Home / Populer / Kota Kupang : Titik genangan air harus diatasi sejak dini

Kota Kupang : Titik genangan air harus diatasi sejak dini

Bagikan Halaman ini

Share Button

GenanganFoto : Ilustrasi genangan air di Kota Kupang

 

 

KOTA KUPANG, MORAL-POLITIK.com. Sebelum memasuki musim penghujan yang diperkirakan terjadi tidak lama lagi, Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, diminta segera membenahi sejumlah ruas jalan di dalam kota yang selama ini menjadi titik rawan genangan air sejak dini, sehingga pada tahun-tahun yang akan datang, persoalan genangan air yang sering mengakibatkan kecelekaan lalu lintas tidak perlu terjadi lagi.

“Saya minta agar melalui Dinas Pekerjaan Umum  (PU) dalam hal ini Bidang Bina Marga yang menangani masalah jalan dan jembatan di Kota Kupang, untuk bisa segera benahi jalan baik jalan protokol maupun jalan lingkungan yang selama ini menjadi titik rawan genangan pada saat musim hujan,” kata Anggota DPRD Kota Kupang Kardinad Leonard Kalilenan kepada wartawan di kantor DPRD Kota Kupang, Sabtu (19/7/2014)

Menurutnya, genangan air di sejumlah ruas jalan di dalam kota memang bukan hal baru. Persoalan itu selalu terjadi setiap tahun terutama pada saat Kota Kupang diguyur hujan. Namun, persoalan menahun itu belum juga mampu diatasi Pemkot Kupang melalui dinas teknis terkait.

Ia mengatakan, Pemkot harus mengidentivikasi semua titik rawan genangan air sehingga mudah ditindaklanjuti. Namun, jika tidak segera ditindaklanjuti, genangan air tidak saja mengganggu aktivitas dan arus lalulintas, tetepi juga dapat mempercepat rusaknya jalan. Karena itu, semua jalur jalan harus dilengkapi drainase yang memadai, agar air tidak lagi tergenang di badan jalan.

Peran Dinas Tata Kota dalam membuat master plan juga sangat menentukan penuntasan persoalan itu. Titik rawan genangan air harus segera diatasi agar ke depan tidak lagi terjadi. Tapi kalau tidak, maka kinerja Dinas Tata Kota patut dipertanyakan. “Kalau masih terjadi genangan air maka itu berarti kinerja Dinas Tata Kota tidak bekerja maksimal,” katanya.

Baca Juga :  Pemerintah Belum Siap Menerapkan BPJS

Karena itu, tahapan perencanaan dan penyusunan master plan harus dibuat Dinas tata Kota agar ketika dilakukan perbaikan jalan, persoalan genangan air juga dapat diatasi. Jadi, harus ada program yang terintegrasi sehingga semua permasalahan dapat teratasi.

“Kita sangat dukung kinerja pemerintah untuk perbaiki infrastruktur jalan agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” katanya.

Sementara itu, sebelumnya Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Kupang Benny Sain di ruang kerjanya mengatakan, tidak semua jalur jalan harus dibangun drainase. Untuk mengatasi air permukaan tidak harus dengan drainase, karena topografi dan struktur tanah di Kota Kupang sulit untuk dicarikan tempat pembuangannya.

Air yang sering menggenangi badan jalan terjadi karena tidak adanya pembuangan. Selain itu, banyak ruas jalan yang sudah dibangun tembok di sepanjang ruas jalan sehingga air tak ada tempat lagi untuk mengalir. Apalagi, untuk membangun drainase membutuhkan dana yang terlampau besar agar air dapat dibuang ke Kali Liliba. Selain itu, genangan air terjadi karena sistem drainase dalam kota banyak yang tidak tuntas.

Ia mengatakan, karena topografi dan struktur tanah yang tidak memungkinkan dibangun drainase di semua jalan, maka alternatif untuk mengatasi persoalan genangan air adalah dengan membuat jebakan atau sumur peresapan. Ia mencontohkan di jalur jalan yang ada di Tuak Daun Merah (TDM), air sering tergenang karena sepanjang jalan sudah dibangun tembok. Karena itu, pada lokasi itu harus dibangun sumur resapan.

“Kurangi air permukaan dengan sumur resapan, ini juga harus jadi salah satu syarat saat urus IMB (izin mendirikan bangunan),” jelasnya. (Nyongky)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button