Home / Populer / DPRD Minta Pemkot Selesaikan Masalah Penutupan Jalan di Lokasi Wisata

DPRD Minta Pemkot Selesaikan Masalah Penutupan Jalan di Lokasi Wisata

Bagikan Halaman ini

Share Button

batu-nonaFoto : Batu Nona Beach

 

 

MORAL-POLITIK.com- Terkait penutupan jalan menuju lokasi Wisata Pantai Batu Nona di Nunsui, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Anggota DPRD Kota Kupang Adrianus Talli meminta pemerintah harus segera mendekati keluarga Makatita selaku pemilik tanah agar akses jalan menuju lokasi wisata itu dibuka kembali.

“Pemerintah harus memediasi pertemuan dengan keluarga terkait agar jalan itu dibuka kembali,” kata Talli kepada wartawan di Kantor DPRD Kota Kupang, Jumat (01/08).

Ia mengatakan, lokasi wisata itu telah ditutup sejak Senin (28/07). Namun pemerintah belum mengambil kebijakan apapun untuk menyelesaikan persoalan penutupan jalan menuju lokasi wisata Pantai Batu Nona. Seharusnya pemerintah tanggap dan segera menyelesaikan persoalan itu agar masyarakat bisa menikmati liburan mereka di Lokasi itu.

“Jangan pemerintah berdalih tidak melakukan pendekatan karena saat ini sedang libur. Sudah menjadi tugas dari pemerintah untuk secepat mungkin menyelesaikan persoalan ini agar pihak lain tidak dirugikan dan masyarakat sendiri bisa melakukan wisata di lokasi itu,” ujar Talli.

Sementara itu, Lurah Oesapa Ebed Jusuf yang dihubungi secara terpisah mengaku, pihak kelurahan telah melakukan pertemuan dengan keluarga Makatita selaku pemilik lahan. Dalam pertemuan itu keluarga Makatita lewat pemilik lahan Welem Makatita telah sepakat untuk membuka jalur jalan yang telah mereka tutup. Namun dalam kesepakatan itu keluarga Makatita baru mau membuka jalan dalam 2 atau tiga hari mendatang usai liburan lebaran.

Sebelumnya, Adi Mandala pengelola objek wisata Batu Nona Beach merasa sangat dirugikan menyusul penutupan jalan masuk ke lokasi wisata Batu Nona Beach. Karena itu, pengelola Batu Nona Beach ini meminta pemerintah dan aparat keamanan membantu memediasi pengelola dan masyarakat yang menutup akses jalan masuk lokasi wisata agar tidak menghambat pengunjung menuju lokasi wisata Batu Nona Beach.

Baca Juga :  Rumor di Balik Pertemuan Ahok-Luhut

Menurutnya,aksi penutupan jalan masuk Batu Nona Beach dilakukan warga karena tersangkut masalah perkelahian dengan pengunjung Batu Nona pada Senin (28/7) padahal, kejadian itu tidak ada sangkut pautnya dengan pengelola Batu Nona Beach. Pemukulan itu tidak terjadi di dalam kompleks kolam renang yang menjadi tanggung jawab Batu Nona Beach.

Menurutnya, penutupan akses jalan masuk menuju Batu Nona Beachdirasakan sangat mengganggu usaha. Tingkat kunjungan menurun drastis apalagi pada masa liburan saat ini. “Secara ekonomi kita sangat rugi. Kita harus bayar karyawan. Kalau begini kita harus rogo dari kantong lagi untuk bayar karyawan,” katanya.

Dikatakan, biasanya pada hari libur seperti ini banyak pengunjung yang datang ke Batu Nona Beach. Sejak ditutupnya akses masuk Batu Nona Beach, tingkat pengunjung menurun drastis mencapai 60 persen daribiasanya mencapai 200-300 orang.

Jika tingkat kunjungan ramai terutama pada hari Minggu dan hari libur, pendapatan per hari bisa mencapai Rp 6 juta sampai Rp 7 juta. Namun, dengan penutupan akses jalan masuk tersebut, banyak pengunjung yang tidak bisa masuk sehingga menyebabkan penurunan tingkat pendapatan. Selama penutupan itu pendapatan hanya berkisar Rp 1 juta sampai Rp 2 juta. Kerugian ditaksasi mencapai belasan juta rupiah sejak penutupan pada Senin lalu. (Nyongky)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button