Home / Sejarah / Inilah sejarah 400 tahun GMIT Kota Kupang

Inilah sejarah 400 tahun GMIT Kota Kupang

Bagikan Halaman ini

Share Button

IMG-20140811-02345

 

 

 

MORAL-POLITIK.com- Jemaat  Kota Kupang adalah jemaat tua dalam Gereja Masehi Injili Timor (GMIT) yang telah berusia 400 tahun. Gereja itu bertumbuh, bersama dengan berdirinya Benteng VOC di Kupang. Embrio pelayanan selaku jemaat dimulai pada tahun 1614 di dalam Benteng Fort Concordia (Asrama Benteng TNI sekarang).

Berawal datangnya seorang Pendeta Belanda bernama Ds. Matheos Van den Broeck yang dipindahkan oleh Pemerintah VOC dari Saparua Ambon. Jemaat kecil yang bertumbuh dalam benteng inilah yang kemudian hari berkembang menjadi cikal bakal berdirinya Jemaat Kota Kupang sekarang ini.

Sejak didirikan pada tahun1614, pendeta yang memimpin majelis jemaat Kota Kupang bernama Mattias van den Broeck. Kala itu jemaat yang ada belum terdata dengan jelas. Pada tahun 1967 baru ada sepuluh jemaat yang terdata. Dan pada tahun 1753 jumlah jemaat menjadi 1300 orang. Meskipun gereja tersebut telah ada sejak 1614, namun bangunan gereja Kota Kupang baru diresmikan pada tahun 1887.

Seiring berjalannya waktu, pendeta yang memimpin jemaat Kota Kupang hingga 1947 atau pendeta 65, semuanya berasal dari Belanda, dan yang terakhir menjadi pendeta adalah E Durkstra pada 1947. Sejak saat itu hingga kini pendeta yang memimpin jemaat Kota Kupang adalah orang Indonesia.

Dalam perkembangan misi pelayanannya selama kurang lebih 4 abad (1614 – 2005) Jemaat ini telah mengalami berbagai keadaan pasang surut, jatuh lalu bangkit lagi, namun demikian berkat kasih karunia penyelamatan dari Tuhan Jesus Kristus Pemilik dan Kepala Gereja sampai saat ini masih tetap berfungsi melayani umatnya dengan baik.

Jemaat Kota Kupang dalam wilayah pelayanan Badan Pekerja Klasis Kota Kupang adalah sebuah Jemaat tua di Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) yang telah berdiri sejak era VOC. Hingga kini masih berfungsi melayani umatnya.

Baca Juga :  Sejarah singkat Pemerintahan Rote Ndao (2)

Kini gereja ini dilindungi oleh Undang-undang Benda Cagar Budaya No. 5 Tahun 1992. Letaknya berada di Kelurahan LLBK Kecamatan Kelapalima, Kota Kupang, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), di Jalan Sukarno No. 23, jalur jalan utama yang padat lalulintas. Pada tahun ini tepatnya bulan September mendatang, gereja Kota Kupang akan berulang tahun ke 400.

Sejak diresmikan pada tahun 1887, bangunan gereja Kota Kupang baru direhab sebanyak satu kali yakni pada tahun 2009. Fisik bangunan dikerjakan oleh balai pelestarian kepurbakalaan Bali-NTB-NTT dengan biaya sebesar Rp 207 Juta, dan pada tahun 2011 dengan biaya sebesar Rp 370 juta. Rehab itu tidak merombak arsitek asli dari banguna tersebut, tetapi hanya merehab dinding bangunan yang sudah lapuk.

Sesuai pengakuan dari salah satu jemaat, gereja tersebut ramai dikunjungi oleh turis-turis khususnya dari negara Belanda. Dalam setahun tidak kurang dari 200 wisatawan asal belanda pasti datang mengunjungi gereja tersebut.

Dari wisatawan yang mengunjungi gereja Kota Kupang, mereka mengaku sebagai anak dan cucu dari para perintis gereja Kota Kupang. Diantara mereka, bahkan ada yang mengaku ayahnya dipermandikan atau sakramen permandian di gereja tersebut. (Nyongky)

Pencarian Terkait:

  • Sejarah gereja kota kupang
  • sejarah berdirinya gereja masehi injili di timor
  • sejarah Gmit
  • Kapan berdirinya GMIT
  • keadaan comekonomi comjemaat
  • sejarah gereja di kupang

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button