Home / Populer / Jika jadi Menteri, M Jasin Merevolusi Mental Birokrat

Jika jadi Menteri, M Jasin Merevolusi Mental Birokrat

Bagikan Halaman ini

Share Button

yasinFoto: Mochamad Jasin

 

 

MORAL-POLITIK.com- Nama mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Mochamad Jasin masuk dalam bursa calon menteri yang diusulkan masyarakat melalui www.seleksimenteri.com. Pria yang dikenal tegas ini pun bersedia masuk dalam ‘squad’ kabinet yang dipimpin Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi).

“Dengan capaian kinerja dan bidang keilmuan yang saya miliki, saya merasa cocok di bidang Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi,” tutur M Jasin kepada detikcom melalui surat elektronik, Rabu (27/8/2014).

Melansir detik.com, pria yang kini menjabat sebagai Inspektur Jenderal Kementerian Agama itu juga mengaku memiliki kesamaan pandangan dengan konsep Revolusi Mental yang diusung Jokowi. Menurut dia sudah seharusnya mental birokrat diubah. Pemerintah tak boleh lagi absen dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya.

“Reformasi birokrasi harus dilakukan dengan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya. Berdasarkan fakta yang ada, sistem birokrasi di pemerintahan Indonesia, belum sepenuhnya melaksakan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance),” ujar pria yang pernah tergabung dalam tim optimalisasi penerimaan negara ini.

Tak ada revolusi tanpa adanya perubahan, oleh karena itu dia berpikir bahwa sudah saatnya birokrasi di Indonesia mengubah pola pikir dan budaya kerja. Dirinya pun menjabarkan lima perubahan yaitu perubahan kelembagaan organisasi, budaya organisasi, ketatalaksanaan, perubahan regulasi-deregulasi, dan perubahan sumber daya manusia.

Penjabaran ini pun dilatarbelakangi oleh prestasi dan pengalaman yang pernah dia alami sebelumnya. Salah satunya adalah ketika tahun 2007.

“Saya pernah mendorong reformasi birokrasi di Kementerian Keuangan pada tahun 2007 dan menindak lanjutinya dengan memimpin sidak di Kantor Bea Cukai Tanjung Priok dan berhasil menyita uang gratifikasi sebesar Rp. 500 Juta selama 3 jam. Hal tersebut dilakukan agar Kementerian Keuangan, cq, Ditjen Bea dan Cukai konsisten dalam menjalankan reformasi birokrasi, meningkatkan integritas jajaran pegawainya,” sebut dia.
(erny)

Baca Juga :  Misa Sabtu Alleluia di Katedral Kristus Raja Kupang (2)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button