Home / Populer / Jonas Salean marahi PT. Bunga Raya Lestari & Ketua RT 14

Jonas Salean marahi PT. Bunga Raya Lestari & Ketua RT 14

Bagikan Halaman ini

Share Button

js                                                                                             Walikota Kupang Jonas Salean

MORAL-POLITIK.com- Ketika melakukan kunjungan kerja ke lokasi pembuatan Readymix, di Kelurahan Fatukoa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang Walikota Kupang Jonas Salean memarahi penanggung jawab lapangan  PT. Bunga Raya Lestari, Toto Rudi Harsoyo dan Ketua RT. 12 Rw.04 Jotan Aluman.

Amarah walikota diungkapkan karena pembuatan Readymix oleh PT. Bunga Raya Lestari di Kelurahan Fatukoa, tidak mengantongi ijin dan pembuatan readymix yang berdampak pada polusi, hanya bermodalkan ijin dari ketua RT 12, RW 04, Kelurahan Fatukoa Jotan Aluman.

“Saya senang ada investor yang berusaha di Kota Kupang. Tapi kalau tidak mengantongi izin dan asal beroperasi maka saya dengan tegas melarangnya. Sebagai Ketua RT juga punya kewenangan yang terbatas dan jangan asal saja mengijinkan pengoperasian pembuatan readymix oleh PT. Bunga Raya Lestari. Untuk mengeluarkan ijin harus melalui dinas terkait dan melalui proses AMDAL,” kata Jonas Salean saat memarahi penanggung jawab PT. Bunga Raya Lestari dan Ketua RT. 14 Jotam Aluman, di Lokasi Pembuatan Readymix, Jumat (22/08/2014).

Pada kesempatan itu JOnas Salean meminta PT Bunga Raya Lestari menghentikan segala aktifitasnya di Kelurahan Fatukoa dan meminta mereka segera mencari tempat yang layak untuk  pembuatan Readymix.

“Tempat ini sangat tidak cocok karena berdekatan langsung dengan pemukiman, polusi yang ditimbulkan membahayakan warga sekitar sehingga pengoperasiannya harus dihentikan segera,” kata Salean.

Pantauan di lokasi readymix, PT Bunga Raya Lestari, Fatukoa, sejumlah pekerja tak melakukan aktivitas. Mesin readymix pun tak beroperasi. Material pasir dan sirtu menumpuk di halaman. Satu truk Satpol PP dan aparat Satpol PP memantau aktivitas di lokasi readymix. Ada juga pengawas dari Dinas PU yang berkoordinasi di lokasi.

Baca Juga :  Populasi Pria Seks dengan Pria Penyimpangan Seks di Kota Kupang 2450 orang

Sebelumnya, Warga Fatukoa yang bermukim di sekitar lokasi readimix PT Bunga Raya Lestari tetap menolak kehadiran pabrik campuran tersebut. David Udju, warga Fatukoa yang rumahnya berdekatan dengan readymix PT Bunga Raya Lestari mengatakan, setelah informasikan persoalan kepada wartawan, ketua RT kesal. Dia sampai melarang jangan melewati jalan yang sudah diserahkan kepada pemerintah, dan meminta supaya melewati jalan yang lain.

Dikatakannya, sejak diangkat di media, aktivitas mesin readymix tak lagi beroperasi. Padahal, biasanya pada malam hari mereka beroperasi dan menimbulkan bunyi bising dan debu.

Sejak awal, kata Udju, pihak perusahaan tidak pernah sosialisasi. Saat tandatangan surat yang diantar oleh sekretaris RT, juga hanya disampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak akan menimbulkan polusi. “Mereka antar surat untuk tandatangan juga saat saya tidak ada, jadi istri saya yang tanda tangan,” kata dia.

Setelah beroperasinya readymix, warga merasakan debu yang sangat mengganggu. Debu tetap masuk kerumah walau semua pintu dan jendela sudah ditutup. Debu yang masuk itu menyebabkan sesak nafas dan tenggorokan menjadi kering. Bahkan, saat tidur, mereka terpaksa harus menggunakan saputangan untuk menutup hidung.

“Kalau kita yang orangtua saja sudah setengah mati bernafas, apalagi anak bayi kami yang baru berusia delapan bulan,” pungkas dia.

Bahkan, petugas dari PT Bunga Raya Lestari datang meminta tandatangan surat pernyataan kesediaan di atas meterai bahwa selama hari Senin-Sabtu mesin boleh beroperasi. Sedangkan hari Minggu tidak beroperasi agar tidak mengganggu aktivitas ibadah di gereja. (Nyongky)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button