Kota Noiva do Cordeiro, seluruh penduduknya adalah perempuan yang sejak beberapa dekade melarang keberadaan pria di kota itu. Para suami atau pemuda harus tinggal di kota lain dan hanya diperkenankan datang pada akhir pekan.(Facebook)

 

MORAL-POLITIK.COM – Sebuah kota kecil, Noiva do Cordeiro, Menas Gerais, Brasil, memiliki 600 orang penghuni yang seluruhnya adalah perempuan yang berparas cantik.

Para perempuan warga kota ini berusia 20-35 tahun. Mereka kini merindukan kehadiran para pria lajang, yang bersedia tinggal di kota itu dengan aturan para perempuan.

Sebagian para perempuan ini memang sudah menikah. Namun, para suami mereka bekerja jauh dari kampung halamannya dan hanya boleh kembali pada akhir pekan.

Sementara itu, para anak laki-laki diminta meninggalkan kota itu saat berusia 18 tahun dan tak ada pria lain yang diizinkan tinggal di kota yang terletak di sebuah lembah terpencil, sekitar 96 kilometer dari kota Belo Horizonte.

Melansir Kompas.com, kota ini berdiri pada 1890-an, saat seorang perempuan muda bernama Maria Senhorinha de Lima dan keluarganya dikucilkan oleh gereja Katolik setempat karena dituduh berbuat zina.

Perlahan-lahan, semakin banyak perempuan lajang dan para ibu bergabung dengan komunitas itu. Pada 1940, seorang pendeta Anisio Pereira memperistri seorang perempuan muda berusia 16 tahun dan mendirikan gereja di komunitas itu.

Namun, pendeta Anisio kemudian menerapkan aturan ketat, yaitu melarang warga minum minuman keras, mendengar musik, memotong rambut, atau menggunakan alat kontrasepsi.

Ketika pendeta Anisio meninggal dunia pada 1995, para perempuan ini memutuskan untuk tidak lagi membiarkan pria mendikte kehidupan mereka. Salah satu hal pertama yang mereka lakukan adalah membubarkan organisasi keagamaan yang dianggap bias jender.

Kini, para perempuan yang berkuasa di kota kecil itu. Mereka mengerjakan semua hal sendiri, mulai dari bertani, merencanakan pembangunan kota, hingga ritual keagamaan.

Namun, warga Noive de Cordeiro menghadapi satu masalah utama, yaitu meski para perempuan ini berparas cantik, mereka kesulitan mencari pasangan hidup. Nelma Fernandes (23), salah seorang warga kota, mengakui mencari pasangan merupakan hal yang hampir mustahil untuk para perempuan kota ini.