Home / Sport / Operasi Readymix Fatukoa Dihentikan Sementara

Operasi Readymix Fatukoa Dihentikan Sementara

Bagikan Halaman ini

Share Button

a

 

 

MORAL-POLITIK.com- PT Bunga Raya Lestari di Fatukoa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, menghentikan sementara pembuatan readymix  yang dikeluhkan pengoperasiannya oleh masyarakat sekitar.  Penghentian operasional readymix juga dilakukan menyusul perintah penutupan dari Wali Kota Kupang Jonas Salean.

Pantauan di lokasi readymix PT Bunga Raya Lestari, Fatukoa, sejumlah pekerja tak melakukan aktivitas. Mesin readymix pun tak beroperasi. Material pasir dan sirtu menumpuk di halaman. Satu truk Satpol PP dan aparat Satpol PP memantau aktivitas di lokasi readymix. Ada juga pengawas dari Dinas PU yang berkoordinasi di lokasi.

Penanggung jawab lapangan PT Bunga Raya Lestari Toto Rudi Harsoyo di lokasi readymix Fatukoa, Kamis (21/8), mengatakan dia telah dipanggil dan diminta agar aktivitas readymix untuk sementara, sehingga aktivitas dihentikan.

Jika nanti diperintahkan harus ditutup, Harsoyo mengatakan, jika memang diinstruksikan untuk ditutup, ia akan menutupnya sepanjang ada penjelasan dasar aturan yang jelas terkait instruksi penutupan itu.

“Sebagai warga yang baik kalau disuruh tutup ya kita tutup,” kata dia.

Terkait proses perizinan, Harsoyo mengaku tak tahu proses perizinan sudah sampai di mana. Dia tidak mengurus masalah perizinan. Dia hanya mengatur soal proses produksi. Pengurusan izin dilakukan oleh pimpinan perusahaan.

Ia mengakui, kehadiran readymix yang ada tidak saja berorientasi profit, namun juga untuk membantu pembangunan di Kota Kupang terutama pelaksanaan pembangunan Jembatan Petuk I kerja sama dengan PT Hutama Karya. “target waktu yang disiapkan pmerintah terbatas, jadi sebelum mengurus izin kita harus memenuhi standar pengecoran sesuai permintaan proyek,” jelasnya.

Warga Fatukoa yang bermukim di sekitar lokasi readimix PT Bunga Raya Lestari tetap menolak kehadiran pabrik campuran tersebut. David Udju, warga Fatukoa yang rumahnya berdekatan dengan readymix PT Bunga Raya Lestari mengatakan, setelah informasikan persoalan kepada wartawan, ketua RT kesal. Dia sampai melarang jangan melewati jalan yang sudah diserahkan kepada pemerintah, dan meminta supaya melewati jalan yang lain.

Baca Juga :  Pengadaan Buku Bapusda Gunakan Dana APBD

Dikatakannya, sejak diangkat di media, aktivitas mesin readymix tak lagi beroperasi. Padahal, biasanya pada malam hari mereka beroperasi dan menimbulkan bunyi bising dan debu.

Sejak awal, kata Udju, pihak perusahaan tidak pernah sosialisasi. Saat tandatangan surat yang diantar oleh sekretaris RT, juga hanya disampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak akan menimbulkan polusi.

“Mereka antar surat untuk tandatangan juga saat saya tidak ada, jadi istri saya yang tanda tangan,” kata dia.

Setelah beroperasinya readymix, warga merasakan debu yang sangat mengganggu. Debu tetap masuk kerumah walau semua pintu dan jendela sudah ditutup. Debu yang masuk itu menyebabkan sesak nafas dan tenggorokan menjadi kering. Bahkan, saat tidur, mereka terpaksa harus menggunakan saputangan untuk menutup hidung.

“Kalau kita yang orangtua saja sudah setengah mati bernafas, apalagi anak bayi kami yang baru berusia delapan bulan,” kata dia.

Bahkan, petugas dari PT Bunga Raya Lestari datang meminta tandatangan surat pernyataan kesediaan di atas meterai bahwa selama hari Senin-Sabtu mesin boleh beroperasi. Sedangkan hari Minggu tidak beroperasi agar tidak mengganggu aktivitas ibadah di gereja.

Udju juga membantah pernyataan ketua RT bahwa persoalan itu belum disampaikan kepadanya. Menurutnya, sebelum disampaikan kepada media, warga sudah sampaikan. Hanya saja, ketika ke rumah ketua RT, ia tidak ada sehingga hanya disampaikan kepada istri ketua RT.

“Siangnya ketua RT ke rumah dan sampaikan nanti akan dipagar seng lapis dua agar meredam suara mesin, dan akan disiram materialnya agar tidak berdebu,” kata dia.

Oktofianus Tefbana, warga lainnya menambahkan, warga tetap berharap agar readymix itu harus ditutup. Jika tidak, warga akan kesulitan dan terganggu kesehatannya karena debu yang ditimbulkan dari aktivitas di perusahaan tersebut. (Nyongky)

Baca Juga :  PJCK dan AFCS Latih Anak Terpidana

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button