Home / Sport / Sekwan DPRD: Aset salah satu Rujab dikosongkan…

Sekwan DPRD: Aset salah satu Rujab dikosongkan…

Bagikan Halaman ini

Share Button

Adrianus_Lusi1Foto : Adrianus Lusi

 

 

 

MORAL-POLITIK.com- Sekretaris DPRD (Sekwan) Kota Kupang Adrianus Lusi (AL), mengakui jika sejumlah aset di rumah jabatan salah satu Wakil Ketua DPRD Kota Kupang periode 2009-2014 sudah dikosongkan sebelum dilakukan pendataan aset. Seharusnya, aset-aset di rumah jabatan tidak dapat dipindah tangankan secara sepihak sebelum didata dan dilakukan pemutihan. Aset yang sudah dipindahkan itu, di rumah jabatan mantan wakil ketua DPRD Kota Kupang Fan Adrianus.

Kepada media ini di gedung DPRD Kota Kupang, Selasa (26/8), AL mengaku bahwa dari foto yang ditunjukkan oleh staf yang melakukan pendataan di rumah jabatan pimpinan DPRD, salah satu rumah jabatan Wakil Ketua menunjukkan asetnya sudah tidak ada lagi dan hanya tersisa satu unit AC.

Dikatakan, seharusnya aset-aset tersebut tak boleh dipindahtangankan kepada siapa pun sebelum dilakukan pendataan dan melalui proses penghapusan. Sejauh ini belum ada proses pemutihan. Pendataan, lanjutnya, dilakukan untuk mengetahui aset-aset yang masuk dalam daftar aset daerah, untuk mengetahui aset-aset mana saja yang masih layak pakai dan aset mana saja yang rusak.

Sehingga, kata dia, jika aset yang rusak bisa langsung diputihkan atau dikeluarkan dari aset  dan daerah. “Tapi rata-rata aset yang ada di rumah jabatan pimpinan Dewan usianya baru dua tahun. Jadi masih ada barang yang layak pakai dan belum ada proses pemutihan,” katanya.

Dari pendataan itu, dilaporkan kepada Wali Kota Kupang Jonas Salean, dan kebijakan lebih lanjut tergantung keputusan Wali Kota. Barang mana saja yang rusak seperti barang pecah-belah, yang tak bisa digunakan lagi maka ada kemungkinan untuk diputihkan. Sesuai regulsi yang ada, dilihat barang yang sudah tidak layak pakai lagi maka dapat diputihkan

Baca Juga :  Kota Kupang Mulai Dilanda Krisis Air Bersih

Ditanya jika aset yang sudah dipindahtangankan tanpa melalui prosedur dan masih layak pakai, Lusi mengatakan harus ditarik kembali. Karena pemindatanganan itu tanpa melalui prosedur. Seharusnya barang yang ada dipindahkan ke kantor terlebih dahulu baru diproses pemutihan.

“Kalau inta ke kami kami tahu aturan dan harus melalui proses untuk dikeluarkan dari daftar aset,”pungkas dia.

Sementara itu Fan Adrianus saat ditanya terkait aset di rumah jabatan yang sudah tidak ada itu, enggan memberika komentar. Ia hanya mengatakan bahwa dia akan berkoordinasi dengan Sekwan. (Nyongky)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button