Home / Populer / Hari Senin Gerindra Pengerahan 6.000 Massa di Sidang MK

Hari Senin Gerindra Pengerahan 6.000 Massa di Sidang MK

Bagikan Halaman ini

Share Button

enamFoto : Ilustrasi

 

 

MORAL-POLITIK.com- Ketua DPD Gerindra Jawa Barat Ferry J Yuliantono menginstruksikan calon legislatif dari partai Gerindra yang terpilih untuk menyiapkan massa mengawal sidang gugatan hasil pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK).

“Kita telah berikan instruksi pada 60 caleh terpilih untuk membawa masing-masing 100 orang. Jadi minimal ada 6.000 kader ditambah relawan,” kata Ferry, Minggu (10/8/2014) di Jakarta.

Melansir kompas.com, di Banten, kata Ferry, meski kecurangan yang ditemukan sedikit, namun tidak menutup kemungkinan terjadi kecurangan yang sama di banyak kota lain. Ia mencontohkan kekalahan pasangan Prabowo-Hatta di daerah Tangerang Selatan yang mencapai 23 ribu suara, diduga salah satunya disebabkan adanya 45 ribu pemilih yang menggunakan KTP dengan alamat di luar daerah Tangsel tanpa dokumen lain yang diperbolehkan.

“Artinya KPUD memperbolehkan adanya kecurangan. Dan ini juga terjadi di banyak kota lain, ” ia menuding.

Karena itu, lanjut dia, DPD se Pulau Jawa sepakat memberikan bantuan dukungan massa pada sidang ketiga Senin (11/8/2014). Sidang hari senin mengagendakan pemeriksaan terhadap 75 saksi dari pemohon, termohon, dan pihak terkait. Masing-masing pihak mengajukan 25 saksi.

Dianggap tidak siap

Pengamat politik Populi Center Nico Harjanto menilai, saksi-saksi yang diajukan kubu Prabowo-Hatta tidak siap memberikan pembuktian mengenai tudingan kecurangan yang disebut Prabowo masif, terstruktur dan sistematis.

Menurut Nico, jalannya persidangan yang sudah berlangsung dua kalimenunjukkan buruknya kualitas tuntutan yang diajukan pasangan nomor urut satu itu.

“Tuntutan hukum seharusnya ada kasus, ada masalah, ada persoalan mendasar yang layak disidangkan. Kita semakin tahu kualitas tuntutan itu semakin buruk, banyak kesalahan, persidangan banyak kekeliruan, sering ditegur hakim,” kata Nico. (Baca: Saksi-saksi Prabowo Semakin Tunjukkan Kualitas Tuntutan yang Buruk).

Baca Juga :  Asiknya intip Bule mandi di Air Terjun Tiu Kelep, Lombok

Mengakui tidak siap

Tim hukum pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa memaklumi banyak saksinya yang tidak siap memberikan keterangan dalam sidang perselisihan hasil pemilihan umum di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (8/8/2014). Advokat Prabowo-Hatta, Maqdir Ismail, beralasan, para saksinya kaget karena tidak terbiasa dengan situasi persidangan.

“Ya begitulah, yang siapnya seperti itu, lebih banyak enggak siapnya. Seperti yang saya bilang tadi, itu hanya demam panggung,” kata Maqdir seusai sidang di Gedung MK, Jumat malam. (Baca: Ini Penjelasan tentang Penampilan Para Saksi Tim Prabowo-Hatta di MK)

Gelak tawa

Meskipun merupakan forum resmi, persidangan di Mahkamah Konstitusi tak jarang diselingi dengan gelak tawa. Situasi tersebut setidaknya terlihat dalam sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) yang dimohonkan oleh pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Meskipun suasana persidangan formal dengan segala peraturan yang ketat, sidang yang berlangsung di ruang sidang pleno Gedung MK, Jakarta Pusat, Jumat (8/8/2014), itu berlangsung cair.

Mulai dari majelis hakim, pihak pemohon, termohon dan terkait, hingga pengunjung dan wartawan yang berada di sana tak kuasa menahan tawa ketika momen-momen lucu terjadi. Hanya petugas keamanan yang terlihat tetap bertahan dengan wajah seriusnya. (erny)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button