Home / Populer / Tempat Wisata di Kota Kupang dan Permasalahannya

Tempat Wisata di Kota Kupang dan Permasalahannya

Bagikan Halaman ini

Share Button

mii                                                                                    Foto: Atmosfer di Pantai Batu Nona
 

Penulis Nyongky Maulete

MORAL-POLITIK.com- Tempat wisata di Kota Kupang, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang paling banyak dan sering dikunjungi adalah pantai-pantainya yang indah. Salah satu pantai indah yang menjadi andalan adalah Pantai Lasiana. Pantai Lasiana memiliki ombak yang tenang, air yang bening serta dasar pantai yang sepenuhnya pasir putih tanpa karang.

Hal ini membuat pantai Lasiana sangat cocok untuk berenang, berjemur, atau sekedar dinikmati keindahannya. Di sepanjang pinggir pantai banyak terdapat pohon tinggi dan berfungsi untuk menaungi bibir pantai. Terdapat  pohon-pohon kelapa dan pohon-pohon lontar tua yang hingga kini masih produktif yang berada di bibir pantai.

Pada hari biasa, kawasan pantai ini sepi dari pengunjung. Bila minggu atau hari liburan tiba, kawasan ini menjadi ramai. Anda bisa mencium aroma ikan bakar dimana-mana dan mendengar nyanyian yang diiringi gitar, karena pada hari-hari libur pantai ini berubah menjadi semacam arena berkumpul keluarga. Banyaknya pengunjung mengundang banyak pedagang datang dan menggelar berbagai makanan dan minuman dingin yang menyegarkan.

Di Pantai Lasianan ini terdapat 14 unit bangunan Lopo-lopo atau bangunan menyerupai rumah tradisional. Bangunan ini berfungsi sebagai tempat berteduh dan beristirahat bagi pengunjung yang tidak ingin tersengat panas matahari ketika menikmati pemandangan pantai. Terdapat beberapa kios komersial, kios cendera mata, dan sebuah panggung hiburan rakyat. Juga terdapat kolam renang.

Namun sekarang semua lopo sudah rusak dan tidak tertata dengan baik. Selain itu kolam renang yang ada didalamnya tidak berfungsi lagi sebagaimana mestinya. Kolam itu dibiarkan terlantar oleh pengelola. Penyebabnya adalah masih tumpang tindih pengelolaan objek wisata itu antara pemerintah provinsi NTT dan pemerintah kota Kupang.

Baca Juga :  Ini kata Kajati NTT soal posisi Adi Adoe

Hal itu yang menyebabkan Pantai Lasiana yang dulu ramai dikunjungi masyarakat, akhir-akhir ini pengunjung mulai berkurang. Para pengunjung lebih memilih untuk melakukan wisata di Pantai Batu Nona yang bersebelahan dengan Pantai Lasiana. Dalam satu tahun terakhir, Pantai Batu Nona yang terletak di Kelurahan Oesapa, sangat ramai dikunjungi oleh masyarakat Kota Kupang, bahkan wisatawan asing yang datang dan menikmati suasana pantai yang berpasir putih ini.

Namun persoalan kembali terjadi setelah pemilik lahan di lokasi tersebut menutup akses jalan menuju lokasi wisata itu sehingga para pengunjung tidak bebas lagi kunjungan di pantai tersebut, pe nutupan sudah berjalan selama seminggu ini danpemilik lahan sepertinya tidak mau membuka lagi arela tersebut.

Sesuai info yang didapat, ada semacam kecemburuan dari pemilik lahan terhadap pengelola temapat hiburan dan restaurant yang berada dilokasi pantai tersebut. Sebagai pemilik lahan keluarga yang menutup jalan merasa tidak mendapat kebagian dari ramainya peengunjung di pantai tersebut, sehingga penutupan jalan dengan dalih adanya kasus pemukulan terhadap warga sekitar oleh pengunjung pantai hanya berupa kedok saja.

Pemeringtah Kota Kupang sepertinya diam saja melihat hal ini. Sesuai pengakuan dari pihak kelurahan oesapa, mereka sudah melakukan negosiasi dengan pihak keluarga yang menutup jalan tersebut. Dalam pertemuan itu disepakati agar jalan tersebut dibuka, namun hingga saat ini akses menuju pantai tersebut belum dibuka.

Memang ada jalur alternatif untuk menuju pantai tersebut. Namun karena sebagian lahan milik di pinggir pantai merupakan lahan milik dari keluarga yang menutup pantai tersebut maka akses wisatawan dilokasi tersebut terganggu dan wisatawan lebih memilih mencari tempat diluar kota kupang untuk berwisata.

Melihat hal semacam ini, sepertinya pihak pemerintah terkesan tidak serius untuk mengurus pariwisata di Kota Kupang. Persoalan-persoalan ini seharusnya bisa diatasi apabila pemerintah serius menangani masalah wisata di kota kupang. Jika seperti ini jangan harap pariwisata di kota kupang bisa berkembang.

Baca Juga :  Pemerintah berikan bantuan dana Rp 10 juta kepada warga Eks Timor Timur di Kediri

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button