Home / Populer / “Traficking” di NTT bak Penyakit Akut

“Traficking” di NTT bak Penyakit Akut

Bagikan Halaman ini

Share Button

abgFoto : Ilustrasi

 

 

MORAL-POLITIK.com- Executive Director Migrant Care Anis Hidayah, mengatakan kasus traficking di NTTT sudah seperti penyakit akut yang butuh penanganan sangat serius. Mafia traficking tidak hanya melibatkan mafia dan aparat penegak hukum saja. Tetapi juga melibatkan pejabat publik yang mempunyai PJTKI di Kota Kupang.

Anis Hidayah kepada wartawan di Kupang, Kamis (28/08/2014), mengatakan, keberanian Rudy Soik mengungkapkan keterlibatan pimpinannya dalam mafia perdagangan orang, seperti membuka tabir gelap yang selama ini menyelimuti kasus-kasus traficking di NTT. Tindakannya itu patut diberi apresiasi yang besar dari kami pemerhati masalah traficking di Indonesia.

“Jaringan traficking di Indonesia sulit diatasi karena pengamanan bisnis sampai pada penganbilan kebijakan di tinngkat pembuat undang-undang. Selain itu kasus traficking masih aman karena dilegalisasi dan dilindungi oleh undang-undang nomor 39 tahun 2004 tentang penempatan dan perlindungan TKI,” kata dia.

Undang-undang dirancang oleh pejabat publik, kata dia, yang sampai saat ini juga masih menjabat dan mencoba untuk mengamankan undang-undang tersebut agar jangan sampai direvisi.

“Hal ini sudah terjadi sejak tahun 2004 hingga sekarang ini. Jaringan tersebut terus menguat dan sulit ditangani,”pungkas dia.

(Nyongky)

Baca Juga :  Ini kekecewaan Karyawan Kupang Beach terhadap KPN Maju

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button