Home / Populer / Warga Kelapa Lima kembali keluhkan Perusahaan Kapal Fiberglass

Warga Kelapa Lima kembali keluhkan Perusahaan Kapal Fiberglass

Bagikan Halaman ini

Share Button

fiberFoto : Ilustrasi

 

 

 

MORAL-POLITIK.com- Warga Kelurahan Oesapa Barat dan Kelapa Lima, Kota Kupang yang tinggal di dekat pabrik kapal fierglass kembali mengeluhkan masih beropersinya perusahaan tersebut. Padahal, sesuai rekomendasi Dewan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, diminta untuk menertibkan usaha tersebut karena dirasakan sangat mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar lokasi pabrik. Namun, hingga kini rekomendasi Dewan tak kunjung ditindaklanjuti pemerintah, sehingga aktivitas tetap berjalan.

Demikian dikatakan warga RT 07/RW 03, Kelurahan Oesapa Barat Jhon Paa kepada wartawan di Lokasi Pembuatan Kapal, Jumat (22/08).

Dia mengatakan, warga kecewa karena hingga kini perusahaan tersebut masih beraktivitas. Perusahan galangan kapal fiberglass yang ditengarai berada di bawah PT Bumi Flores milik Ismail Dean itu sudah direkomendasikan untuk menghentikan aktivitasnya oleh Dewan saat rapat dengar pendapat akhir 2013 lalu.

Wakti itu, kata dia, warga pernah bersurat dan bahkan bertemu langsung DPRD yang diterima Komisi A. Komisi A dalam pertemuan itu mengeluarkan rekomendasi agar Pemkot menghentikan aktivitas perusahaan tersebut. Sayangnya, rekomendasi tersebut tak digubris pemerintah dengan melarang perusahan tersebut beroperasi.

Diakuinya, aktivitas pabrik kapal fiberglass itu sangat mengganggu warga. Bau bahan kimia yang digunakan sangat menyengat. Selain itu, perusahaan yang letaknya di bibir pantai, menghambat aktivitas masyarakat ke laut, dan dikhawatirkan dapat mencemarkan laut dan merusak ekosistem laut serta bakau yang ada di pesisir pantai.

“Kami minta Pemkot segera hentikan aktivitas sebelum kami ambil tindakan sendiri. Jangan setelah ada masalah baru pemerintah turun tangan,” kata dia.

Ia mengatakan, kemungkinan pemerintah baru bisa bertindak menghentikan aktivitas perusahan tersebut, jika sudah ada korban dan saat belum ada korban pemerintah sengaja tutup mata dan membiarkan begitu saja. (Nyongky)

Baca Juga :  PMKRI: Manuver Politik Gerindra Hadang Jokowi

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button