Home / Sport / Buang Sampah di Terminal Oepura, Mobil Diamankan Dinas Kebersihan

Buang Sampah di Terminal Oepura, Mobil Diamankan Dinas Kebersihan

Bagikan Halaman ini

Share Button

sampah-menumpukIlustrasi

 

 

MORAL-POLITIK.COM- Setelah menangkap dan mengamankan satu mobil pembuang sampah di jalur Jalan Piet A Tallo, kali ini Dinas Kebersihan Kota Kupang kembali mengamankan satu unit mobil pick up yang mengangkut sampah dan membuangnya di Jalur 40, dekat Terminal Oepura, Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang. Sampah yang dibuang berasal dari Hotel Asthon yang hendak dibuang dan berhasil diamankan. Mobil dan supir pengangkut sampah langsung digelandang petugas Dinas Kebersihan dan Pertamanan menuju kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk diamankan dan diproses lebih lanjut.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Kupang Obed Kadji, Rabu (17/9) di Balai Kota Kupang mengatakan, selama ini ada sejumlah titik rawan pembuangan sampah seperti di Jalur 40 Sikumana dan jalur Jalan Piet A Tallo. Dua jalur jalan itu sering menjadi tempat pembuangan sampah orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Sehingga, pada titik rawan itu ditempatkan petugas yang selalu siaga. Jika ada mobil yang membuang sampah di tempat tersebut, maka langsung dilaporka ke Dinas Kebersihan dan Pertamanan.

Dia mengatakan, pada Selasa (16/9) malam sekitar pukul 21.00 Wita, petugas yang sudah ditempatkan di Jalur 40 berhasil menangkap satu unit mobil pick up yang membuat sampah dari Hotel Aston dan hendak dibuang di tempat tersebut. Petugas langsung melaporkan dan ia langsung memimpin tim untuk turun ke lokasi dan mengamankan mobil berisi sampah. Mobil yang ditangkap tangan itu, lanjutnya, langsung diamankan dan dibawa ke kantor Satpol PP untuk diamankan dan diproses lebih lanjut.

Hotel Aston, kata dia telah bekerja sama dengan pihak ketiga untuk mengurus masalah sampah di hotel tersebut. Mobil pengangkut sampah Hotel Aston, katanya, merupakan mobil yang digunakan pihak ketiga untuk mengangkut sampah.

Baca Juga :  Bekas Napi Jadi Caleg

“Kita tangkap dan langsung amankan di kantor Satpol PP untuk diproses sesuai aturan yang berlaku,” katanya.

Ditanya sanksi yang diberikan kepada pelanggar, Kadji menjelaskan, karena pelaku baru pertama kali ditangkap petugas, maka kepadanya diberikan sanksi berupa membuat pernyataan tertulis yang menyatakan bahwa tidak akan melakukan perbuatan yang sama. Apalagi, pelaku hanya sebagai supir yang membawa kendaraan tersebut.

Dia menjelaskan, telah pula menemui General Manager Hotel Asthon untuk mengkonfirmasiasal-usul sampah dimaksud dan juga mencari tahu model kerja sama antara Hotel Asthon dengan pihak ketiga yang menangani sampah hotel tersebut. Dalam pertemuan itu, katanya, juga dipertanyakan kenapa tidak membangun kerja sama dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan untuk menangani masalah sampah di hotel tersebut. “Kita pertanyaka itu karena secara teknis dinas yang bertanggung jawab sesuai tugas pokok dan fungsi, jika terjadi hal-hal yang mengganggu kenyamanan masyarakat,” katanya.

Apalagi, jelas Kadji, dalam membangun kerja sama dengan pihak ketiga, manajemen hotel juga harus mencari tahu, apakah pihak ketiga tersebut memiliki fasilitas pendukung penangana sampah, baik itu armada pengangkut, sumber daya manusia, maupun lokasi untuk pembuangan sampah. “Kalau kerja sama dengan pihak ketiga yang tidak punya lokasi pembuangan sampah ya akhirnya seperti ini, buang sampah di sembarang tempat dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat sekitar lokasi pembuangan,” katanya.

Karena itu, kata Kadji, dia berharap agar semua tempat usaha baik hotel, restoran, mall, dan toko yang menghasilkan sampah diimbau untuk membangun kerja sama dengan pihak ketiga yang memenuhi persyaratan. Jika tidak, maka mereka bisa membangun kerja sama dengan Dinas Kebersihan dan pertamanan Kota Kupang yang telah memiliki armada, SDM, dan lokasi pembuangan sampah.

Baca Juga :  Kota Kupang: Pemilih Legislatif Bertambah 17 Ribu Orang

(nyongky)

 

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button