Home / Populer / Dari Lokakarya Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku STBM

Dari Lokakarya Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku STBM

Bagikan Halaman ini

Share Button

IMG00893-20140910-1451

 

 
MORAL-POLITIK.com, Bajawa- Guna mengkaji dan mengembangkan bersama strategi untuk mengadvokasi penentu kebijakan dan mendorong perubahan prilaku masyarakat, Plan Indonesia bekerja sama dengan Pokja AMPL dan konsursium SPEAK-YSCHII menyelengarakan “Lokakarya Strategi Komunikasi Perubahan Prilaku STBM melalui media massa” di Hotel Korina Bajawa, 10-12 September 2014.

Wash Project Manager Plan Indonesia Wahyu Triwahyudi, menjelaskan lokakarya ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada awak media mengenai program STBM (Sanitasi Total Berbabis Masyarakat), menyamakan persepsi pentingnya intervensi komunikasi melalui strayegi advokasi dab public campaign melalui media massa, serta memetakan peran dan fungsi media lokal dan pemda untuk menciptakan lingkungan yang kondusif terkait perubahan perilaku SYBM.

“Kita berharap terjalin kerja sama kemitraan antara Pokja AMPL Kabupaten dan media massa,” kata dia.

Dalam komponen STBM, kata dia, pemberitaan dan publikasi di media massa memegang peranan penting. Pemberitaan dan publikasi berfungsi sebagai pendorong terjadinya enabling enviroment dan demand creation untuk menuju STBM. Selain itu, media massa diyakini memiliki kemampuan yang cukup kuat dalam membentuk opini publik dan mendorong kebijakan.

Lokakarya ini diikuti 30 peserta dari unsur pemerintah daerah, pelaku STBM, Pokja AMPL Kabupaten Ngada, Pokja AMPL Kabupaten Manggarai Timur, Pokja AMPL Kabupaten Ende serta awak media massa yang ada di Kabupaten Ngada, Ende dan awak media Manggarai Timur. Acara ini dibuka oleh Kepala Bappeda selaku Ketua Harian Pokja AMPL Kabupaten Ngada Hilarius Sutanto.

Hasil penilaian terhadap kondisi sanitasi di Provinsi NTT tahun 2014 menunjukkan, masyarakat yang memiliki akses terhadap sanitasi layak baru mencapai 37 persen dan ada 42 persen warga berperilaku tidak melakukan cuci tangan pakai sabun setelah buang air bersih. Di sisi lain alokasi pendanaan daerah (APBD) sektor air minum dan sanitasi masih rendah yakni sekitar 0.01 persen dari total APBD. Padahal ada 15 kecamatan, 150 desa, dan 27.000 rumah tangga, serta sekitar 135.000 orang di NTT yang harus segera dientaskan dari kondisi sanitasi yang tidak layak tersebut.

Baca Juga :  Simaklah Pameran Pakaian Dalam Wanita dari Emas

Tentang STBM

Sanitasi Total Berbabis Masyarakat (STBM) merupakan pendekatan untuk mengubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan. Program STBM ini ditetapkan sebagai Gerakan Nasional sejak 2010 dan diatur dalam Permenkes No.3 Tahun 2014 tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat.

Di lima kabupaten di NTT< yakni Kabupaten Kabupaten Ende, Manggarai Timur, Ngada, dan Sabu Raijua, program ini didukung sepenuhnya oleh Plan Indonesia-lembaga kemanusian yang fokus pada pemenuhan hak anak. Sebelumnya Plan Indonesia telah mendampingi implementasi program ini di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

(Satria)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button