Home / Populer / Diduga Legislator TTU Dihajar Satpam di Mangga Besar

Diduga Legislator TTU Dihajar Satpam di Mangga Besar

Bagikan Halaman ini

Share Button

karaokeFoto : Salah satu tempat Karaoke di Jakarta

 

 

MORAL-POLITIK.com- Seorang anggota dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, berinisial HE diniaya petugas keamanan atau satpam tempat Karaoke 36 di Mangga Besar, Jalan Hayam Wuruk, kawasan kota Tua, Jakarta. Dia dipukuli diduga karena mabuk minuman keras dan mengganggu salah seorang karyawati tempat karaoke tersebut.

Salah seorang rekan HE yang juga anggota DPRD Kabupaten TTU kepada Kompas.com melalui telepon selulernya, Sabtu (6/9/2014) mengatakan, peristiwa tersebut bermula ketika HE yang baru saja dilantik, mengikuti kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) di Jakarta dan menginap di hotel Jayakarta di Jalan Hayam Wuruk Nomor 126, Mangga Besar, Jakarta. Kebetulan hotel tersebut bersebelahan dengan Pub Karaoke 36 Mangga Besar seputaran Kota Tua.

“Menurut cerita teman-teman, awalnya dia (HE) mabuk parah dan membuat onar di dalam tempat karaoke tersebut. Sejumlah petugas keamanan yang melihat kejadian itu langsung mendekati HE untuk menegurnya, tetapi karena HE terus marah-marah dan mengaku dirinya warga asal Ambon, sehingga petugas keamanan jengkel dan pukul dia,” kata dia yang mewanti-wanti namanya tidak dipublikasikan, Sabtu (6/9/2014).

Melansir kompas.com, menurut dia, peristiwa memalukan itu terjadi pada Kamis (4/9/2014) sekitar pukul 02.30 dini hari. Dia mengaku tak tahu kejadian awalnya karena sedang tidur.

“Namun keesokan harinya (Jumat) baru teman-teman cerita kejadian itu yang berlangsung pukul 02.30 WIB. Memang dia mabuk dan bikin onar di dalam pub tersebut. Namun saat ini kondisinya sudah membaik, dia sedang berada di dalam kamar. Selain itu, katanya dia juga ada ganggu cewek (karyawati karaoke),” sambungnya.

Penganiayaan itu, kata sumber tersebut, baru berhenti setelah HE mengaku berasal dari NTT. Kebetulan, petugas keamanan tempat karaoke tersebut juga berasal dari NTT.

Baca Juga :  Makna dibalik tawa dan senyum Assyifa dan Ahmad

Terkait kejadian itu, HE yang dihubungi dari Kupang melalui telepon seluler membantah telah berbuat onar dan dianiaya petugas pengamanan karaoke.

“Itu tidak benar dan menurut saya sudah di-setting semua. Nanti sampai Kefa (Kefamenanu) baru saya jelaskan,” kata HE lantas memberitahukan bahwa dirinya sedang bertemu dengan para calon TKI asal NTT yang berada di Jakarta.
(erny)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button