Home / Populer / “Diintimidasi Polisi”, Koordinator JPIC-SVD Ruteng Pingsan

“Diintimidasi Polisi”, Koordinator JPIC-SVD Ruteng Pingsan

Bagikan Halaman ini

Share Button

simonSimon Suban Tukan, SVD

 

 
MORAL-POLITIK.COM- Koordinator Komisi JPIC-SVD, Simon Suban Tukan, SVD mengaku mendapat intimidasi dari aparat Kepolisian Resort (Polres) Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) usai melaksanakan ibadah tolak tambang di lokasi lingkar tambang mangan di Kampung Tumbak, Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Akibatnya, dirinya sempat pingsan.

Insiden yang menimpah Pastor Simon terjadi di Lingko Roga, tanah ulayat milik warga Tumbak yang selama ini dianggap sebagai wilayah penambangan mangan PT Aditya Bumi Pertambangan (ABP).

Kepada moral-politik.com, Senin(15/9/2014) Pastor Simon Suban mengaku  ditarik dari kerumunan warga tolak tambang dengan kasar oleh dua anggota polisi hingga jatuh tersungkur. Oknum polisi yang menariknya bernama Jonatan Nila.

Beruntung Pastor Simon cepat dibantu warga dan segera dilarikan ke klinik terdekat milik salah satu biara di Reo, Kecamatan Reok, Manggarai untuk mendapatkan pengobatan.

Selain Pastor Simon, sekitar 40-an warga yang berusaha menghadang mobil dan alat gusur milik investor juga diintimidasi dan dikasari polisi.

Saat kejadian berlangsung, jelas dia, tidak jauh dari lokasi, tampak pihak investor bersiap-siap dengan beberapa unit mobil dan alat gusur. Mereka pun mulai melakukan berbagai upaya agar warga membubarkan diri.

Setelah gagal membubarkan masyarakat, menjelang sore polisi menempuh cara kekerasan. Mobil Dalmas bergerak maju diikuti mobil dan alat gusur milik investor yang menempel di belakangnya. Aparat polisi pun bergerak dengan kalapnya.

“Masyarakat sudah kehabisan cara untuk mempertahankan tanahnya. Saya turut bersama mereka karena posisi mereka semakin lemah di hadapan penguasa dan pengusaha yang dibekingi aparat,” kata Pastor Simon.

“Saya mengambil pilihan untuk berjuang bersama masyarakat. Menduduki lahan untuk menyatakan bahwa masyarakat tidak pernah memberikan lahan itu,” lanjutnya.

Baca Juga :  Ahok telusuri dugaan "Permainan" pengelolaan sampah

“Kata masyarakat,  perusahan tambang hanya sepakat dengan mereka soal pembukaan jalan 5 km dengan lebar 16 meter lewat pinggir  Lingko Wejang Nara, Lingko Roga, Lingko Lembung dan Lingko Bongko yang merupakan milik orang Tumbak menuju ke Lingko Waso sesuai yang ada dalam IUP,” kata Pastor Simon.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi media ini, Kapolres Mangggarai AKBP Tony Binsar Marpaung membantah semua tuduhan kekerasan yang dilakukan oleh anak buahnya di lapangan.

“Tidak benar ada tindakan seperti itu, tidak benar dan salah. Menurut laporan  perwira saya di lapangan, Pater Simon (dalam) kondisi lemah saat beraktivitas dan dikelilingi warga yang memegangnya sehingga tidak ada 1 pun polisi yang menarik,” kata dia.

“Semua ada dokumentasinya dalam foto dan rekaman video oleh petugas,” pungkas  Tony.

(Satria)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button