Home / Populer / Dinas PPO Matim Diduga Manipulasi Data

Dinas PPO Matim Diduga Manipulasi Data

Bagikan Halaman ini

Share Button

dana-bosda-madin-masih.1545Ilustrasi

 

MORAL-POLITIK.COM- Dinas Pendidikan dan Olahraga (PPO) Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT), dinilai diskriminatif dan manipulatif dalam pembagian dana Bantuan Operasiona Sekolah (Bosda) yang diperuntukan bagi guru komite. Pasalnya tidak semua guru komite mendapat jatah dari dana tersebut.

Robertus Bagong, Guru SMPN Satu Atap Pocong, Desa Gurung Turi, Kecamatan Poco Ranaka kepada wartawan media ini, Senin (22/9) menjelaskan dana Bosda yang diperuntukan Guru Komite sebesar Rp 400.000/ bulan sampai saat ini belum dia terima.

Dia mengaku sesuai perjanjian yang dibuat pada tahun 2014, gaji dari dana Bosda dibagikan pada setiap awal bulan namun sampai saat bulan September dirinya belum menerimah gaji dari dana Bosda tersebut.

Tidak seperti tahun sebelumnya, menurut Robertus seharusnya pertengahan tahun sudah menerima gaji dari dana Bosda tapi hingga memasukan pertengan bulan sembilan pada tahun 2014 saya belum menerimah gaji.

Tetapi anehnya menurut Bagong, awal bulan September sebagian guru Komite di Kecamatan Poco Ranaka sudah menerimah dana tersebut. Di SMPN Satu Atap Pocong, hanya dirinya saja yang belum terimah gaji tersebut.

Atas persoalan yang menimpah dirinya, akhirnya Robertus mengecek di Dinas PPO Matim ternyata namanya tidak lagi termasuk peserta yang menerima dana Bosda tersebut. Robertus mempertanyakan keabsahan data-data penerimaan dana Bosda di Dinas PPO Matim.

Robertus menduga Dinas PPO Matim melakukan  manipulasi data yang tidak sesuai dengan keadaan dan terkesan lebih mementingkan kenalan dan keluarga dari pihak-pihak terkait. Ini dibuktikan di beberapa sekolah menurut Robertus banyak guru yang baru saja mengajar tahun 2013 tapi sudah mendapat dana Bosda tersebut. Sementara saya yang sudah lama mengabdi di SMPN Satu Atap Pocong nama saya dicoret.

Baca Juga :  Wartawan NTT Desak Kejati Segera Usut Karo Humas

Kepala Dinas PPO Matim, Fransiskus Selamat ketika dikonfirmasi terkait persoalan ini mengatakan pihaknya akan melakukan pendataan ulang nama-nama penerima bantuan dana Bosda tersebut.

Frans Selamat berharap agar pihak-pihak terkait khususnya guru komite segera melaporkan nama lengkap agar dapat ditindaklanjuti.

“Nama dan alamat guru komite itu penting agar kami bisa mengecek, apakah yang bersangkutan mengajar atau tidak. Karena itu kami berharap agar semua pihak terkait segera mendaftarkan nama dan alamat lengkapnya masing-masing,” pungkas Frans Selamat.

(Satria)

Pencarian Terkait:

  • jadwal penerimaan bosda matim 2017
  • bosda manggarai timur 2016
  • Jadwal pembagian bosda matim

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button