Home / Populer / Dishub Kota Kupang Batasi Keluar Masuk Angkutan Pick Up

Dishub Kota Kupang Batasi Keluar Masuk Angkutan Pick Up

Bagikan Halaman ini

Share Button

Mitsubishi L300 PickupFoto : Ilustrasi

 

 

 

MORAL-POLITIK.com- Dinas Perhubungan Kota Kupang, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), berencana membatasi masuk keluar angkutan umum pick up yang mengangkut penumpang dan barang, yang melintasi masuk ke Kota Kupang. Pembatasan jam masuk itu dikaremakan angkutan jenis pick up menjadi salah satu pemicu kemacetan di Kota Kupang.

Demikian dikatakan kepala Dinas Perhubungan Kota Kupang Yogerens Leka kepada wartawan di Kantor Walikota Kupang, Kamis (11/09/14).

Ia mengatakan, untuk melaksanakan niat pembatasan masuk Kota Kupang bagi kendaraan angkutan jenis pick up, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan, dalam hal ini UPTD Perhubungan yang mengeluarkan ijin operasi bagi kendaraan tersebut.

“Koordinasi perlu dilakukan karena ijin operasi dikeluarkan Dishub Provinsi NTT lewat UPTD yang mengatur hal itu,” kata Leka.

Leka mengaku, sesuai dengan rencana, jam masuk kota bagi kendaraan umum pick up akan dibatasi sampai pukul 06.00 dinihari. Sesudah jam itu, kendaraan jenis pick up dari Kabupaten Kupang hanya dibatasi sampai pada batas Kota Kupang, di Bimoku Lasiana. Selain itu masih ada alternatif lain akan diterapkan jika pemberlakuan jam masuk masih menimbulkan kemacetan. Langkah alternatif itu, dengan melarang angkutan pedesaan dari Kabupaten Kupang untuk masuk ke kota. Sebab kendaraan jenis itu hanya dijinkan untuk membongkar muatan dan penumpang di Lasiana, Terminal Tabun, dan Terminal Bello.

“Kebijakan yang kedua memang akan berdampak pada cosh besar yang akan dikeluarkan para pedagang jika masuk ke kota. Namun langkah itu juga akan menguntungkan angkutan umum dalam kota. Selama ini angkutan kota banyak yang tidak memanfaatkan terminal dan memilih memotong jalur karena tidak ada penumpang yang berada diterminal-terminal di perbatasan Kota. Setiap kebijakan memang ada yang dirugikan dan diuntungkan,” pungkas Leka.

Baca Juga :  Ahok: Sebelum Dimakzulkan, saya tak sabar lagi melihat kemajuan Jakarta

(nyongky)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button