Home / Sport / Dua Kelurahan Masuki Pengguliran Dana PEM Tahap Ketiga

Dua Kelurahan Masuki Pengguliran Dana PEM Tahap Ketiga

Bagikan Halaman ini

Share Button

pemFoto : Ilustrasi

 

 

MORAL-POLITIK.com- Pengguliran dana dalam progra Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (PEM) di tingkat kelurahan sejauh ini berjalan baik. Terdapat dua kelurahan yang kini mau memasuki pengguliran dana tahap ketiga kepada masyarakat penerima manfaat. Rata-rata pengembalian dana dari 51 kelurahan penerima dana PEM telah mencapai targetnya.

Demikian dikatakan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Kota (BPMK) Kupang Felisberthi Amaral di ruang kerjanya, Senin (08/09/2014).

Amaral mengatakan, penyerapan dana Rp 14 miliar lebih yang disalurkan kepada masyarakat penerima manfaat sudah rampung. Hanya satu kelurahan yang tak mampu menyerap seluruh dana yang di alokasikan, dan hanya mampu menyerap dana sebesar Rp 97 juta. Sedangkan di kelurahan lainnya, sudah ada yag mencapai Rp 400 juta.

Dia menjelaskan, hingga 31 Juli, total dana yang telah dikembalikan ke kas Lembaga Pemberdayaa Masyarakat (LPM) dari 51 kelurahan penerima manfaat telah mencapai 25 persen yakni sebesar Rp 9 miliar lebih. Dari total dana yang dikembalikan itu, rata-rata sudah melakukan pengguliran, bahka ada kelurahan yang mau melakukan pengguliran ketiga yakni Kelurahan Bonipoi dan Oetete. “Dua kelurahan ini untuk sementara merupakan kelurahan terbaik dalam pengelolaan dana PEM,” kata Amaral.

Untuk pengguliran dana PEM, katanya, harus terlebih dahulu dilakukan verifikasi proposal masyarakat penerima manfaat yang telah diajukan, dan jika memenuhi syarat baru dana disalurkan. maksimal dana yang disalurkan kepada masyarakat adalah Rp 25 juta. Bantuan dana itu untuk meningkatkan usaha yang sudah dijalankan. Jadi, bantuan dana PEM bukan untuk usaha baru, tetapi untuk usaha yang sedang berjalan.

Dia mengakui, penyaluran dana PEM telah memberikan dampak bagi pengembangan usaha masyarakat. Dia mencontohkan, usaha kios milik warga mengalami kemajuan berkat tambahan dana dari program PEM. Jika sebelumnya total aset usahanya misalkan hanya Rp 5 juta, maka dengan tambahan dana PEM bisa berkembang menjadi Rp 10 juta dan seterusnya. “Tapi bantuan dana PEM tidak untuk usaha besar,” kata dia.

Baca Juga :  Pelaku pemerkosa dibekuk polisi atas informasi pacarnay

“Sejauh ini belum ada laporan dari LPM terkait mandeknya pengembalian dana PEM oleh masyarakat penerima manfaat. Kalau pun ada, keterlambatan pengembalian tidak sampai dua bulan. Karena jika satu bulan tak dibayar, maka pada bulan berikutnya dibayar untuk dua bulan sekaligus. Sehingga, pinjaman macet sejauh ini belum terjadi,” pungkas dia.
(nyongky)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button