Home / Populer / Inilah permasalahan listrik di Manggarai Timur

Inilah permasalahan listrik di Manggarai Timur

Bagikan Halaman ini

Share Button

mokelFoto : Ilustrasi warga di Manggarai Timur

 

MORAL-POLITIK.com- Kantor Kecamatan Elar dan beberapa bangunan sosial seperti Sekolah, Gereja, Puskesmas, dan rumah penduduk di pusat Kecamatan Elar, saat ini belum dialiri aliran listrik perusahan listrik negara (PLN), tetapi menggunakan generator zet (genset) sebagai penerangan. Hampir setiap rumah memiliki generator sendiri sebagai penerangan pada malam hari. Pada malam hari, seperti kota, bunyi generator sangat mengganggu masyarakat setempat.

Pantauan moral-politik.com, Selasa (9/9/2014) di Kantor Camat Elar, walaupun tidak ada aliran listrik PLN, aktifitas  berjalan  lancar. Di lingkungan puskesmas, sekolah hanya bisa nampak kabel listrik yang melintas dengan ukuran kecil yang disambung dari generator. Keluarga yang tidak memiliki genset tetap menggunakan lampu pelita sebagai penerangan.

Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral Zakarias Sarong di Kantor Camat Elar, Jumat (5/9) lalu, yang diminta tanggapan mengatakan, untuk mengatasi kekurangan listrik di kecamatan dan desa, Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur terus mengembangkan PLTMH yang punya potensial air.

Di ibu kota  Kecamatan Elar sendiri,  pemerintah masih meneliti sumber air untuk membangun PLTMH dan saat ini tim sedang meneliti debit air di Wae Lampang. Survei sengaja dilakukan pada musim kering  untuk mengetahui apakah debit air besar atau kecil. Terkadang masyarakat mengatakan air sangat besar itu karena dilihat pada musim hujan sementara pada musim kering debit airnya kecil.

Hadirnya PLTMH selain bermanfaat bagi penerangan listrik juga membantu warga dalam menjaga dan memelihara sumber mata air.  Hadirnya PLTMH dengan sendirinya bisa memelihar dan merawat area mata air. Kepada masyarakat berbagai upaya dan sosialiasi yang dilakukan secara terus menerus menekan supaya mata air harus dipelihara dan dijaga. Penjaga mata air jauh lebih penting mengingat nyala tidakanya PLTMH  tergantung air. Pemerintah  tetap merespon usulan masyarakat untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Hidro Mikro (PLTMH).

Baca Juga :  Semenjak di Rutan KPK sakit gigi Anas semakin parah

Untuk desa sendiri ,pemerintah memiliki potensi air terjun tersebut secara otomatis, katanya akan dapat diubah menjadi tenaga listrik apalagi memiliki potensi air terjun, tentunya sangat mungkin akan diupayakan dan diubah menjadi pembangkit listrik untuk kebutuhan penerangan bagi masyarakat yang bertempat tinggal di pelosok desa, yang jauh dari aliran listrik.

Terkait dengan usulan dan permohonan masyarakat kepada pemerintah daerah yang intinya telah mengajukan surat tertulis, yang ditujukan kepada dinas teknis, yaitu keinginan warga untuk memiliki pembangkit listrik sendiri di pedesaan.

(Satria)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button