Home / Populer / “Kantor Wali Kota Kupang Terbakar,” Damkar Unjuk Kebolehan

“Kantor Wali Kota Kupang Terbakar,” Damkar Unjuk Kebolehan

Bagikan Halaman ini

Share Button

baIlustrasi

 

 

MORAL-POLITIK.COM- Mencegah resiko bahaya kebakaran yang terjadi di Kantor Wali Kota Kupang, baik  itu diakibatkan oleh koslet akibat arus pendek dari listrik maupun api, Kantor Pemadam Kebakaran  (Damkar) Kota Kupang gelar pelatihan dan simulasi penanganan kebakaran di kantor Walikota.

Kepala Kantor Pemadam Kebakaran Kota Kupang, Edy Bannesi pada sela-sela kegiatan pelatihan di lantai III Balai Kantor Walikota Kupang, Selasa (16/9)  kepada wartawan mengatakan, pelatihan penanganan kebakaran di kantor walikota dengan tujuan untuk mempersiapkan tenaga siaga yang ada di kantor walikota guna bisa mencegah saat terjadnya bahaya kebakaran.

“Kegiatan yang kita lakukan ini, pada  prinsipnya agar cepat dan tanggap bagi tenaga (pegawai) yang ada di di kantor walikota ini agar bisa menggunakan beberapa alat pemadam yang ada jika terjadi kebakaran,” katanya.

Ia mengaku, penanganan masalah kebakaran  dalam tahun ini ,Damkar  sudah melakukan sosialisasi di  sepuluh kelurahan. Sepuluh kelurahan ini  tersebar di enam kecamatan,untuk prosesnya i  dibagi berdasarkan tingkat kerawanan,seperti di Kelurahan Lasiana, Oesapa, Naikoten, Osmok, Penkase Oeleta, Sikumana, dan Naikolan. Daerah yang ditentukan dalam melakukan sosialisasi, merupakan daerah yang rawan terjadi kebakaran baik pemukiman, lahan atau rumah.

“Dalam penanganan masalah kebakaran yang terjadi ,Damkar sering berkoordinasi dengan PLN, namun dalam prakter saja yang sedikit mengalami keterlambatan,dikarenakan dari PLN masih ada perbaikan gangguan di lokasi lain tetapi  waktunya tidak terlalu lama.Selain dengan pihak PLN, kami juga tak luput membangunan koordinasi dengan baik pihak  kepolisian dalam penanganan masalah kebakaran yang terjadi di kota ini,” jelasnya.

Sementara disinggung soal armada, dirinya mengatakan, mobil pemadam yang dimilki secara usia sudah tua, namun sebenarnya tidak ada masalah karena msih layak pakai dan juga pompanya masih bagus. Tetapi persoalan yang menjadi kendala yakni masalah tenaga penanganan  di lapangan  yang kurang .

Baca Juga :  Ketua DPRD: Pemkot Kupang Cermati Perubahan Anggaran!

“Armada saat ini terdapat sembilan unit mobil terdiri dari tujuh mobil pemadam, atu mobil tangga,satu mobil suplai khusus. Untuk mobil pemadam ada enam yang masih layak  dipakai dan satu mobil sudah tidak layak pakai,” tuturnya.

(nyongky)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button