Home / Populer / Mengapa Banyak Jemaah Haji Lansia Berdoa Meninggal di Mekah?

Mengapa Banyak Jemaah Haji Lansia Berdoa Meninggal di Mekah?

Bagikan Halaman ini

Share Button

haji-pakistan-131015b

Ilustrasi

 

 

 

MORAL-POLITIK.COM- Memasuki musim haji 2014 jemaah umat muslim Indonesia sudah mulai diberangkatkan sejak awal bulan September. Akan tetapi tidak semua jemaah yang mendaftarkan diri dapat berangkat, alasan utamanya karena masalah kesehatan calon haji terkait.

Calon haji akan dibagi status kesehatannya oleh petugas kesehatan haji dari Kementerian Kesehatan menjadi mandiri, observasi, pengawasan, dan tunda. Calon haji yang tidak bisa berangkat adalah mereka yang berada di status tunda seperti dikatakan oleh Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof dr Ali Ghufron Mukti.

“Dalam aspek kesehatan, jemaah haji dinyatakan tidak memenuhi syarat apabila status kesehatannya termasuk kategori tunda, mengidap salah satu atau lebih penyakit menular tertentu pada saat di embarkasi, dan tidak memenuhi persyaratan keselamatan penerbangan,” papar Prof Ali.

Melansir detik.com, berkaitan dengan hal tersebut, status kesehatan keberangkatan haji di tahun 2014 dikatakan oleh Menteri Kesehatan, dr Nafsiah Mboi, SpA, MPH, lebih banyak keberangkatan yang berisiko.

“Banyak yang berangkat lansia dan sudah sakit-sakitan. Mereka sudah menunggu lama bahkan ada yang sudah menunggu 20 tahun lho. Kan kasihan kalau tidak pergi walaupun memang risikonya adalah bahwa bisa meninggal di sana,” kata Nafsiah saat ditemui di Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta, seperti ditulis pada Selasa (23/9/2014).

Menurut data dari Pusat Komunikasi Publik Kementerian Kesehatan RI, sampai dengan Senin (22/9/2014), diketahui bahwa jamaah wafat sebanyak 36 jemaah. Lima jemaah wafat di embarkasi dan 31 jamaah wafat di Arab Saudi, dengan penyebab wafat tertinggi adalah penyakit Cardiovascular Diseases
sebanyak 51,61 %.

Hingga hari ke-21, jemaah haji risiko tinggi (Risti) karena usia 60 tahun ke atas yang masuk asrama sebanyak 33.943 orang. Sementara calon haji dengan Risti karena penyakit faktor risiko (PFR) sebanyak 58.103 orang.

Baca Juga :  Surat terbuka Abdillah Toha kepada Hatta Rajasa

Nafsiah mengatakan meski kondisi kesehatan para calon haji tidak dalam keadaan prima, hal tersebut tidak menyurutkan semangat jemaah untuk menunaikan ibadah haji.

“Bahkan banyak di antara mereka berdoa bisa meninggal di sana,” tutup Nafsiah.

(beo)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button