Home / Populer / Menteri Agama bicara soal Nikah Beda Agama

Menteri Agama bicara soal Nikah Beda Agama

Bagikan Halaman ini

Share Button

Lukman Hakim Saifuddin-PPPLukman Hakim Saifuddin

 

 

 

MORAL-POLITIK.COM- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan negara meletakkan agama menjadi sesuatu yang penting. Karena itu, negara hanya akan mengesahkan perkawinan sesuai dengan ketentuan masing-masing agama.

“Karena masing-masing agama memaknai perkawinan itu peristiwa yang sakral. Bukan hanya persoalan pencatatan atau pengakuan negara. Ini peristiwa sakral yang memiliki religiusitasnya,” kata Lukman ketika dihubungi, Rabu, 17 September 2014.

Melansir tempo.co, pemerintah, ujar dia, mengacu pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yang tegas menyatakan pernikahan sah kalau dilakukan menurut ketentuan agamanya.

“Negara tentu sangat menjunjung tinggi agama,” ujar politikus Partai Persatuan Pembangunan itu.

Mengenai adanya permohonan uji materi Pasal 2 ayat (1) UU Perkawinan ke Mahkamah Konstitusi, Lukman mempersilakan hal itu ditanyakan ke pemuka agama masing-masing.

“Mereka sebaiknya minta pendapat ke pemuka agama dulu,” ujarnya.

Dalam konteks Indonesia, tutur Lukman, keberadaan agama mendapat posisi yang terhormat. Soalnya, Indonesia bukan negara sekuler yang memisahkan secara tegas urusan agama dengan negara. Karena itu, dia mengajak semua pihak kembali memaknai hakikat pernikahan.

“Mari sama-sama melakukan refleksi, hakikat pernikahan itu apa. Bagaimana keberadaan agama dalam konteks pernikahan yang kita maknai itu,” katanya.

(erny)

Baca Juga :  Masih ada 12 TKI yang bakal Dihukum Mati di Arab Saudi

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button