Home / Populer / “Pembangunan Readymix tanpa ijin, Lurah Fatukoa Di-nonjob-kan”

“Pembangunan Readymix tanpa ijin, Lurah Fatukoa Di-nonjob-kan”

Bagikan Halaman ini

Share Button

pabrik-betonFoto : Readymix

 

 

 

MORAL-POLITIK.com- Lurah Fatukoa dan Camat Maulafa segera diperiksa dalam waktu dekat. Setelah diperiksa, Lurah Fatukoa akan segera dinonjobkan. Pemberian sanksi tegas kepada Lurah Fatukoa karena terkesan masa bodoh dengan kegiatan pembangunan readymix di wilayahnya. Sanksi juga diberikan untuk memberikan pembelajaran kepada semua lurah yang lain untuk tak mengulangi perbuatan yang sama.

Demikian dikatakan Wali Kota Kupang Jonas Salean (JS) di Balai Kota Kupang, Selasa (2/9). Dikatakannya, ia sudah memerintah untuk memeriksa Lurah Fatukoa dan Camat Maulafa. Setelah pemeriksaan dilakukan, maka Lurah Fatukoa akan dinonjobka dari jabatannya. Langkah tegas itu diambil selain karena kecewa ia tidak mengetahui kehadiran readymix milik PT Bunga Raya Lestari di wilayahnya, juga sebagai pembelajaa bagi lurah-lurah lainnya untuk tidak mengulangi perbuatn yang sama.

“Masa bangunan begitu besar tapi mereka tidak tahu, tentu ada main mata dengan lurah,” kata JS.

Sedangkan terkait keberadaa readymix milik PT Bunga Raya Lestari, Salean mengatakan, setelah turun memantau langsung di lapangan, sampai sekarang belum ada tindak lanjut pembongkaran. Ia sudah memerintahkan untu diberi batas waktu pembngkaran hingga 30 septermber. Jika sampai batas waktu yang diberikan belum juga dibongkar, maka ia aka memerintahkan kepada Satuan Polisi Pamong Praja untuk melakukan bongkar paksa.

“Kalau mereka tidak bongkar, ya kita akan kerahkan alat berat untuk bongkar,” kata dia.

Perintah pembongkaran, kata JS, dilakukan karena sejak awal pembagunan readymix tidak prosedural. Apalagi, masyarakat sudah menyatakan keberatan karena saat diminta menandatangani surat pernyataan, dikatakan akan dibangun gudang peralatan. Namun, setelah warga menandatangani surat pernyataan, yang dibangun justru readymix yang efeknya berupa polisi dan sangat membahayakan kesehatan masyarakat yang bermukim di sekitar lokasi readymix.

Baca Juga :  Ini peluang Djarot jadi Wagub DKI menurut Ahok

Menurut JS, jika pembangunan readymix untuk mendukung pembangunan Jembatan Petuk, maka sebaiknya mereka mencari lokasi yang dekat dengan lokasi pembangunan jembatan. Apalagi, dalam kontrak kerja dengan pelaksana pembangunan jembatan, hanya untuk dua tahun. Sedangkan dalam kontrak penggunakan lahan, dikontrak selama lima tahun. Kalau untuk Jembatan Petuk tidak sampai dua tahun, sedangkan kontrak tanah lima tahun tentu ada niat lain. Tidak hanya untuk proyek jembatan petuk saja.

Karena itu, ia tetap memerintahkan untuk membongkar readymix dan memindahkannya ke lokasi lain, walau mereka menyatakan rugi kalau harus membongkarnya.

(nyongky)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button