Home / Populer / Pemkot Kupang mengaku Tidak Antikritik

Pemkot Kupang mengaku Tidak Antikritik

Bagikan Halaman ini

Share Button

salamWalikota dan Wakil Walikota Kupang beserta istri

 

 

MORAL-POLITIK.COM- Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang dalam pelaksanaan pemerintahan sangat mengharapkan masukan dan kritikan dari semua elemen termasuk dari masyarakat melalui media. Pemerintah tak antikritik, karena kritik dapat mendorong pemerintah berbuat lebih baik dalam melayani masyarakat.

“Dari tahun ke tahun, Pemkot terus berupaya agar semakin transparan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Pemerintah terus membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan masukan dalam penyelenggaraan pemerintahan,” kata Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man (HM) kepada wartawan di Balai Kota Kupang, Sabtu (27/09).

HM mengataka, kritik dan kekuasaan ibarat dua sisi mata uang. Di satu sisnya kekuasaan, dan di sisi yang satunya lagi kritik. Karena itu, kritik dan kekuasaan tak pernah hilang dalam menjalankan roda pemerintahan.

Karena itu, katanya, dibutuhkan regulasi yang jelas dalam menilai mana yang menyimpang. Pemerintah selalu menerima masukan dan kritikan terhadap apa yang dibuat. Jika ada yang salah disampaikan untuk diperbaiki. Sehingga, kepada peserta diskusi publik diharapkan dapat memberikan masukan melalui rekomendasi yang secara tegas memuat apa yang harus dibuat  masyarakat, dan apa yang harus dibuat oleh pemerintah.

“Pelayanan publik adalah misi pemerintah untuk memperbaiki, agar tak jatuh dalam masalah yang sama,” tambahnya.

Menurutnya, dengan rekomendasi tersebut, ada hal-hal yang dapat diperbaiki dan komitmen yang membutuhkan keputusan lebih tinggi oleh Wali Kota akan ditindaklanjuti. Pada prinsipnya, kata Herman, pemerintah siap menerima masukan dari forum diskui publik melalui rekomendasi.

Pengawasan masyarakat, tambahnya, sangat dibutuhkan, pengawasan masyarakat melalui media setiap hari terus digaungkan.

“Tdk usah ragu-ragu dan takut untuk buka, asal merupaka fakta. Kalau fakta dibeberkan, asal jangan asumsi, karena kalau asumsi kita tidak bisa tindaklanjuti asumsi,” katanya, lalu menambahkan, dalam memberikan pelayanan harus diberikan dengan rendah hati, karena jika pelayanan dengan rendah hati, maka akan mampu berikan pelayanan terbaik baik kepada masyarakat.
(nyongky)

Baca Juga :  Pagi-pagi buta baru massa demo 4 November bubar dari DPR

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button