Home / Populer / Pengamat: “Kubu Pilkada Langsung Menang “Voting” di DPR”

Pengamat: “Kubu Pilkada Langsung Menang “Voting” di DPR”

Bagikan Halaman ini

Share Button

langIlustrasi

 

 

MORAL-POLITIK.COM- Pengamat politik dari Universitas Diponegoro, Hasyim Asyari, meyakini bahwa kubu yang mendukung pemilihan kepala daerah langsung akan menang dalam voting pengesahan Rancangan Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (RUU Pilkada) di DPR. Anggota fraksi pendukung mekanisme pilkada lewat DPRD diyakini nantinya tidak solid menjalani instruksi fraksinya.

“Saya yakin kubu pilkada langsung akan menang,” kata Hasyim, saat dihubungi, Rabu (24/9/2014).

Dalam voting nanti, tambahnya, kemungkinan besar akan ada anggota Fraksi Partai Golkar dan PPP yang justru mendukung pilkada langsung. Padahal, kedua partai politik (parpol) itu mendorong pilkada lewat DPRD.

Hasyim juga memprediksi, ada di antara beberapa anggota Fraksi PAN juga akan mendukung agar kepala daerah dipilih langsung oleh masyarakat. Faktor ini akan menambah jumlah suara untuk pendukung pilkada langsung saat voting.

“Khususnya anggota (DPR) yang terpilih lagi. Mereka pasti akan dukung pilkada langsung karena ingin menjaga mukanya saat berdiri mengikuti voting,” katanya.

Saat ditanya mengenai soliditas Fraksi Partai Demokrat yang telah mengubah sikap menjadi pendukung pilkada langsung, Hasyim meyakini bahwa Demokrat akan memberi dukungan penuh saat voting nanti. Pasalnya, kader Partai Demokrat tak akan berani menunjukkan sikap yang berbeda dengan Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono.

“Demokrat pasti solid dukung pilkada langsung karena faktor Pak SBY,” tambahnya.

DPR akan mengesahkan RUU Pilkada pada Kamis (25/9/2014). Masalah mekanisme pemilihan kepala daerah masih belum mencapai kesepakatan dalam pembahasan di DPR bersama pemerintah. Hingga saat ini, Koalisi Merah Putih, yakni Partai Golkar, Partai Gerindra, PAN, PPP, dan PKS, tetap mendukung mekanisme pilkada lewat DPRD.

Sementara itu, mekanisme pemilihan kepala daerah oleh masyarakat didukung koalisi Joko Widodo-Jusuf Kalla, yakni PDI-P, PKB, dan Partai Hanura, ditambah Partai Demokrat.

Baca Juga :  SBY : PT Lapindo segera bayar warga korban lumpur Sidoarjo

(erny)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button