Home / Sport / Polri Tetap Periksa 2 Anggotanya yang Dilepas Polisi Malaysia

Polri Tetap Periksa 2 Anggotanya yang Dilepas Polisi Malaysia

Bagikan Halaman ini

Share Button

polri Foto: AKBP Idha Endri Prastiono

 

MORAL-POLITIK.com- Penyidik Badan Reserse Kriminal Polri tetap melakukan pemeriksaan terhadap dua anggota Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, AKBP Idha Endri Prastiono dan Bripka MP Harahap, meski keduanya telah dilepaskan Polisi Diraja Malaysia (PDRM). Sebelumnya, Idha dan MP Harahap ditangkap PDRM sejak pekan lalu atas dugaan kasus narkotika.

Pemeriksaan yang dilakukan Polri terkait dugaan pelanggaran disiplin oleh keduanya.

“Terkait pelanggaran disiplin karena keduanya pergi tanpa izin dan diketahui pimpinannya,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Selasa malam.

Melansir kompas.com, seperti diketahui, kedua anggota tersebut ditangkap oleh PDRM di sebuah hotel di Malaysia. Penangkapan itu menyusul penangkapan seorang perempuan yang merupakan tersangka kasus narkotika, di Bandara Internasional Kuala Lumpur. Saat ditangkap, perempuan tersebut membawa sabu seberat 3,1 kilogram.

Selain dugaan pelanggaran disiplin, kedua polisi itu juga akan diperiksa oleh Direktorat Tindak Pidana Narkoba dan Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri.

Namun, Boy enggan mengungkapkan pelanggaran apa yang dilakukan sehingga kedua polisi itu harus diperiksa oleh dua direktorat tersebut.

“Jadi masih dalam penyelidikan ada hal-hal yg terkait penyalahgunaan wewenang dan sebagainya dan saya tidak bisa menjelaskan secara rinci karena masih dalam penyelidikan. Sebelum ditentukan apakah cukup kuat menetappkan yang bersangkutan sebagai tersangka,” ujarnya.

Dalam penyelidikan itu, ia menambahkan, Polda Kalimantan Barat turut membantu proses yang berlangsung  di Bareskrim Polri. Sementara itu, sanksi akan dijatuhkan kepada mereka apabila terbukti melakukan kesalahan.

“Sanksinya kita lihat dulu, apakah disiplin atau pidana. Kita tidak dapat bilang dia dihukum atau bagaimana. Kalau pelanggaran disiplin sifatnya kumulatif karena disesuaikan dengan fakta pelanggaran yang dilakukan,” pungkas Boy.

Baca Juga :  E-KTP di NTT Baru 63,53 Persen

(erny)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button