Home / Populer / PT. Total Data Persada Akui Miliki Dokumen Lengkap

PT. Total Data Persada Akui Miliki Dokumen Lengkap

Bagikan Halaman ini

Share Button

TKI-NTT1Ilustrasi

 

 

MORAL-POLITIK.COM- Kepala Cabang PT Total Data Persada Sakirman Gelan mengaku keabsahan atas perusahannya, memiliki dokumen lengkap. Perusahaan ini tercatat  secara resmi di Kemenagkertarns untuk membuka cabang di Kupang, dan juga resmi  menjadi anggota APJATI  NTT.

Pengakuan Sakirman Gelan saat membawahkan seluruh dokumen untuk dicros cek oleh pihak Dinas Nakertrans, menyusul ada dugaan bahwa PT. Total Data Persada melakukan perekrutan secara ilegal sebanyak 25 calon TKW dari pulau sumba NTT.

Menurutnya, dugaan perekrutan TKW bermasalah tidak benar, karena mereka yang direkrut ini semuanya memiliki dokumen secara lengkap.

“Perekrutan TKW yang berasal dari Sumba Tengah dan Sumba Barat Daya sudah benar. Mereka  memiliki dokumen lengkap. Selain itu ada rekomondasi dari Dinas Nakertrans Kabupaten Sumba Tengah dan Sumba Barat Daya,” katanya.

Sementara itu  bendahara sekaligus Juru Bicara (Jubir)  Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI) NTT, Fabby Banase, menilai pernyataan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi NTT, Mercy Piwung tidak paham soal ketenagaankerjaan. Pasalnya, penyataan soal adanya penyekapan dan trafficking sebanyak 35 tenaga Kerja Wanita (TKW) oleh PT Total Data Persada, ada manipulasi dokumen  itu seperti apa.

“ Semua dokumen  lengkap baik perusahan maupun dokumen TKW yang direkrut. Agar tidak terjadi polemik berkepanjangan diminta agar semua perlu duduk bersama baik APJATI, DPRD, dan jaringan gugus tugas untuk membicarakannya, sehingga proses penyelesaian dapat tercapai,” kata Fabby Banase kepada wartawan saat berada di rumah singgah Dinsos yang berlokasi  di belakang Darmaloka.

Dia mengakui, pelaksanaan pengawasan yang dilakukan anggota DPRD Provinsi NTT, Mercy Piwung dan jaringan gugus tugas dirinya memberikan apresiasi. Tetapi  dalam pelaksanaan dilapangan perlu ada koordinasi dengan Apjati, karena setelah dicross cek dokumen TKW sangat lengkap.

Baca Juga :  Inilah air sungai andalan Warga Borong

“Untuk itu soal adanya penyekapan  yang disampaikan anggota dewan seperti apa,karena  mereka para TKW (asal Sumba) semua lengkap,” katanya.

Fabby menambahkan, seandainya dari mereka semua TKW yang ditampung ditempat penampuang pada perusahan tersebut hanya satu yang dianggap bermasalah, maka  yang dibawa cuma  satu orang.  secara material perusahan tersebut bisa rugi, karena sudah menanggung semua biaya mereka.

Kesempatan yang sama, Kepala Cabang PT Total Data Persada, Sakirman Gelan yang ditanyai soal absahan atas perusahan, dirinya mengaku, secara dokumen perusahan ini memilki dokumen lengkap dan perusahan ini tercatat resmi di APJATI  NTT.

Selain itu, tambahnya, perekrutan TKW yang berasal dari Sumba Tengah dan Sumba Barat Daya ini memiliki dokumen lengkap, baik dari Dinas Nakertrans ditingkat Kabupaten .

Sebelumnya. Sempat diberitakan media ini bahwa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi NTT mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT memperketat pengawasan terhadap Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta  (PPTKIS) yang ada di NTT. PT Total Data Persada yang berkedudukan di Kota Kupang, diduga menampung dan menyekap sebanyak 35 orang calon tenaga kerja wanita (TKW) selama tiga minggu. Semula, mereka dijanjikan akan ditampung dua-tiga hari untuk kemudian dikirim bekerja di Singapura.Saat itu, Piwung bersama sejumlah jaringan gugus tugas dari Hukum dan HAM, Rumah Perempuan Kupang, dan polisi dari Polda NTT. Mereka mendampingi 11 tenaga kerja yang dikurung perusahan tersebut  selama tiga minggu.

Para TKW yang disekap tersebut berasal dari Sumba dan masih di bawah umur. Di antara mereka yang direkrut itu, ada yang sedang sakit. Semula, hanya ada satu orang yang sakit, namun saat dijemput di PT Total Data Persada di Fatululi untuk dibawa berobat, ternyata yang sakit ada 11 orang. “Saya dapat informasi dari gugus tugas sehingga datang ke RSUD Kota Kupang. Ada 11 orang yang mengaku sakit sehingga dibawa ke RSUD Kota guna diperiksa,” jelasnya.

Baca Juga :  Artis Maria Eva Pemicu Kadis PU Gebuk Isterinya Sampai Pingsan?

Setelah berhasil mengeluarkan 11 orang yang sakit untuk menjalai pemeriksaan di rumah sakit, masih tersisa 20 orang di tempat penampungan PT Total Data Persada. Dari 20 orang tersebut, tiga di antaranya masih di bawah umur. Mereka masih disembunyikan oleh pihak PT Total Data Persada. “Mereka sudah dipindahkan ke tempat lain,” katanya.

Piwung mengatakan, para TKW yang disekap tersebut telah dimanipulasi identitas mereka. Salah seorang clon TKW yang berasal dari Sumba, namun dalam KTP-nya telah diganti dengan daerah asal kabupaten Kupang. Ada juga calon TKW yang disekap tersebut yang usiaya masih 19 tahun, namun di dalam KTP dimanipulasi mennjadi 21 tahun.

“Pemerintah harus memperketat keberadaan perusahan perekrut tenaga kerja yang berada di daerah ini, sehingga bisa meminimalisir kasus trafficking di NTT yang lagi hangat,” katanya.

(nyongky)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button