Home / Populer / Ray Rangkuti duga SBY dan Ibas dalang Pilkada ‘via’ DPRD

Ray Rangkuti duga SBY dan Ibas dalang Pilkada ‘via’ DPRD

Bagikan Halaman ini

Share Button

ibasEdhie Baskoro Yudhoyono

 

 

 

MORAL-POLITIK.COM- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan anaknya, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) disebut sebagai dalang di balik pengesahan rancangan undang-undang pemilihan kepala daerah yang menyetujui mekanisme pemilihan melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

Direktur Eksekutif Lingkaran Madani Indonesia Ray Rangkuti menilai SBY dan Ibas selaku petinggi Partai Demokrat sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas lolosnya RUU tersebut. “SBY sendiri dalangnya dengan anaknya yang bernama Ibas. Cari di dalam diri anakmu, di situ dalang terbesar pilkada langsung,” kata Ray dalam jumpa pers di Jakarta, Minggu (29/9/2014).

Menurut Ray, pernyataan SBY yang mengaku kecewa atas putusan rapat paripurna yang mengesahkan RUU tersebut hanya drama yang dimainkan. Terlebih SBY berkata seolah tidak terlibat dalam keputusan anggota fraksi Demokrat yang walk out dari rapat paripurna penentu RUU Pilkada tersebut.

Melansir kompas.com, sebagian besar anggota fraksi Demokrat walk out dalam rapat paripurna dengan dalih bahwa opsi ketiganya, yakni pilkada langsung dengan 10 syarat, tak diakomodasi secara penuh dalam draf RUU itu. Dia menilai, jika SBY benar mendukung pilkada langsung, sedianya dia memerintahkan anggota fraksi Demokrat untuk mementingkan pilkada langsungnya ketimbang 10 syarat.

“Kalau SBY dukung pilkada langsung dengan tulus mestinya yang didukung dulu pilkada langsungnya baru mendesak 10 poin itu. Tapi ini justru desak 10 poin dengan mengesampingkan pilkada langsungnya. Demokrat dari awal mendahulukan cabang dan membuang batangnya,” katanya.

Mantan Koordiantor Wahana Lingkungan Hidup Chalid Muhammad menilai SBY selaku presiden sebenarnya memiliki wewenang untuk mencabut usulan pilkada melalui DPRD. Usulan pilkada tak langsung tersebut berawal dari pemerintah. Chalid juga menilai keputusan Demokrat untuk walk out dari paripurna tersebut memang sudah direncanakan sejak awal.

Baca Juga :  DPRD Kota Kediri kunjungan kerja di Kota Kupang

“Rommy katakan ‘saya malah bingung kenapa PDIP kaget wong kami sudah duga’. Koalisi merah putih itu tau betul ke arah mana jangkar akan dibuang,” tambahnya.

Mengenai peran Ibas, Ray menilai mustahil jika Sekretaris Jenderal Partai Demokrat yang juga anggota DPR ini tidak berkomunikasi dengan ayahnya selama paripurna. Ray juga menilai Ketua Fraksi Demokrat, Nurhayati Assegaf berkomunikasi dengan SBY selama pengambilan keputusan dalam paripurna meskipun SBY tengah berada di luar negeri.

“Mereka bisa pakai BBM untuk konsultasi apakah sikap kita tetap bertahan atau walk out, karena harus diingat mayoritas anggota Demokrat tidak tahu keputusan walk out itu,” tambahnya lagi.

Seperti diketahui, RUU Pilkada dengan model pemilihan melalui DPRD disahkan dalam forum rapat paripurna, Jumat dini hari tadi, melalui voting yang dimenangkan oleh Koalisi Merah Putih. Sebelum voting dilakukan, Demokrat walkout dengan dalih bahwa opsi ketiganya, yakni pilkada langsung dengan 10 syarat, tak diakomodasi secara penuh dalam draf RUU itu.

(erny)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button