Home / Populer / Transjakarta: Selain Udar, Kejagung juga tahan Profesor Prawoto

Transjakarta: Selain Udar, Kejagung juga tahan Profesor Prawoto

Bagikan Halaman ini

Share Button

tjIlustrasi

 

 

MORAL-POLITIK.COM- Kejaksaan Agung menahan mantan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Udar Pristono atas dugaan kasus korupsi proyek pengadaan Bus Transjakarta dan Bus Kota Terintegrasi Bus Transjakarta (BKTB) senilai Rp 1,5 triliun. Kasus yang sama, Kejagung juga menahan Kepala Dinas Direktur Pusat Teknologi Industri dan Sistem Transportasi BPPT DKI Jakarta, Prawoto.

Pantauan di lokasi, Prawoto keluar sekitar Pukul 19.15 WIB dari ruang pemeriksaan Gedung Bundar Kejagung. Keluar menutupi wajah dengan sebuah map, dia langsung masuk mobil Kejagung Innova bernopol B 1492 WQ dan enggan menjawab pertanyaan awak media.

Melansir merdeka.com, seperti diketahui, penyidik pidana khusus Kejagung telah menetapkan 7 orang tersangka dalam kasus ini. Udar ditetapkan sebagai tersangka pada 9 Mei 2014. Bersama Direktur Pusat Teknologi Industri dan Sistem Transportasi BPPT Prawoto.

Kemudian Pejabat Pembuat Komitmen Pengadaan Bus Peremajaan Angkutan Umum Reguler dan Kegiatan Pengadaan Armada Bus Transjakarta Drajat Adhyaksa serta Ketua Panitia Pengadaan Barang/Jasa Bidang Pekerjaan Konstruksi 1 Dinas Perhubungan DKI Jakarta Setyo Tuhu.

Sementara tiga tersangka baru itu berasal dari pihak swasta yang merupakan rekanan penyedia barang dalam pengadaan Bus Transjakarta yakni Tersangka Budi Susanto (BS), merupakan Direktur Utama (Dirut) PT New Armada (PT Mobilindo Armada Cemerlang, Agus Sudiarso (AS) selaku Dirut PT Ifani Dewi, dan Chen Chong Kyeon (CCK) selaku Dirut PT Korindo Motors.

“Mereka ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik memperoleh keterangan 60 orang saksi, termasuk keterangan ahli,” kata kata Kapuspenkum Kejagung, Toni T Spontana.

Selain itu, penyidik mengorek keterangan dari 4 orang saksi yang telah ditetapkan sebagai tersangka yakni Udar Pristono, Prawoto, Drajat Adhyaksa, dan Setyo Tuhu. “Hasil pemeriksaan spesifikasi teknis terhadap 125 unit bus. Kemudian, hasil penelitian terhadap alat bukti dokumen dan surat, serta barang bukti yang telah disita,” kata Toni.

Baca Juga :  Ternyata pelapor Kaesang seorang tersangka ujaran kebencian

Toni menjelaskan, penyidik juga menerima hasil penghitungan kerugian keuangan negara dari BPKP yang telah ditetapkan sebesar Rp 54.389.065.200.

Namun dari 3 tersangka yang ditetapkan jaksa penyidik itu, tinggal Michael Bimo Putranto, yang masih berstatus saksi.

(erny)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button