Home / Populer / Alasannya Warga Manulai minta Pos Polisi

Alasannya Warga Manulai minta Pos Polisi

Bagikan Halaman ini

Share Button

niponIlustrasi Polisi di Jepang

MORAL-POLITIK.COM- Warga Kelurahan Manulai II, Kota Kupang, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) khususnya yang berdomisili pada perumahan KPN Maju, minta kepada pemerintah agar pada tempat itu ditempatkan Pos Polisi untuk membantu warga dalam menjaga keamanan. Pasalnya di tempat itu sekarang, sering terjadi pencurian disertai perampokan yang sangat meresahkan warga kompleks perumahan KPN Maju.

“Di lokasi ini tiap harinya mesti ada warga kecurian atau di rampok oleh orang yang tidak di kenal. Tadi malam saja kami sempat memburu para pelaku pencurian lokasi perumahan,  namun sang pelaku berhasil lolos dari kejaran masa. Setiap malam kami nyaris tidak pernah tidur denga pulas karena harus berjaga-jaga terhadap pencuri,” kata salah satu warga penghuni perumahan KPN Maju, Noldy Bunga kepada wartawan.

Menurut Noldy, pencurian disertai perampokan di lokasi itu sudah sangat meresahkan warga sekitar. Hampir tiap malam warga selalu berjaga-jaga dan berkejaran dengan pelaku pencurian, namun warga belum berhasil menangkap seorang pun pelaku.

“Tiap malam ada saja kecurian namun kami tidak pernah menangkap pelaku. Padahal kami bersiaga penuh. Kami minta pemerintah peduli terhadap kami sehingga ditempatkan salah satu pos polisi di tempat ini karena warga sering ketakutan untuk keluar malam,” kata Noldy

Sementara itu, salah satu warga lainnya, Rony, pada kesempatan itu mengatakan, belum tertangkapnya pelaku pencurian disebabkan masih banyak rumah yang kosong pada kawasan itu. Dari total 380 rumah, yang baru ditempati cumah 100, sedangkan sisanya masih kosong. Dengan kondisi kosong seperti itu memudahkan pelaku pencurian untuk bersembunyi.

Menurutnya, masih banyak rumah yang kosong disebabkam banyak orang kaya serakah yang telah membeli rumah tersebut namun tidak di tempati, padahal pembangunan perumahan itu dikhususkan bagi warga tidak mampu.

Baca Juga :  Ini kata Jokowi soal putranya terima uang TransJakarta berkarat

“Pemukiman ini masih banyak yang kosong, karena pemiliknya tidak mungkin menempati tempat ini. Mereka hanya memanfaatlan harga yang murah untuk berinvestasi dan menyusahkan kami warga disini. Pihak KPN maju harus memverifikasi ulang kepemilikan agar warga yang berhak bisa mendapatkna rumah untuk ditempati,” pungkasnya.
(nyongky)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button