Home / Gosip / CFD Hari Ketiga Penuh Warna, JS & HM dapat Natoni

CFD Hari Ketiga Penuh Warna, JS & HM dapat Natoni

Bagikan Halaman ini

Share Button

js1

 

MORAL-POLITIK.COM- Car Free Day (CFD) hari ketiga, Sabtu (29/11/2014) pagi tadi pernuh warna-warni. Wali Kota Kupang, Jonas Salean (JS), Wakil Wali Kota Kupang, Hermanus Man (HM), Sekot Kupang, Bernadus Benu (BB), dan sejumlah pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Kota Kupang beserta staf ikut membanjiri forum CFD.

JS, HM, dan BB mulai berada di forum CFD pukul 05.50. Telah menanti kedatangan sanggar tari dari Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) yang kebetulan sedang mengikuti kegiatan selama empat hari di Kota Kupang.

js2Beberapa aksi tarian diperagakan oleh siswa-siswi dari kabupaten penghasil cendana tersebut. Mulai dari Tarian Juk yang diakhiri dengan Natoni kepada JS. Sang guru pemimpin dalam penjelasannya kepada JS menuturkan bahwa adat-istiadat Timor tersebut diajarkan kepada anak-anak didiknya agar budaya ketimuran tak boleh dilupakan hingga kapanpun, walau maut telah datang menjumput para guru.

Kegiatan yang diprakarsai oleh Badan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tersebut, ditandai dengan sambutan dari Kepala Kantor Bahasa Kota Kupang. “Tarian yang tadi diperagakan oleh siswa-siswi SMA dari Kabupaten TTS adalah dengan maksud untuk menghibur warga NTT pada umumnya, dan warga Kota Kupang yang berpartisipasi dalam seluruh rangkaian acara di forum CFD Kota Kupang,” kata dia.

js3JS dalam kesempatan memberikan sambutannya menyampaikan apresiasi tingkat tinggi kepada Badan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang telah memprakarsai acara kesenian dan kebudayaan Kabupaten TTS di forum CFD Kota Kupang.

“Tarian Bonet itu bukan milik Kabupaten TTS saja. Sebab di Kota Kupang juga ada kantong-kantong orang Timor yang sering memperagakan Tarian Bonet dalam acara-acara seni budaya dan penyambutan tamu-tamu penting,” kata JS lebih lanjut.

Baca Juga :  Audisi Menulis Buku di Manggarai Barat

JS menambahkan, Kota Kupang adalah sebuah “Kampung Tua”. Kampung ini telah berusia ratusan tahun lamanya. Kampung Tua ini juga dihuni oleh puluhan hingga ratusan etnis serta beragam agama dan kebudayaan. Salah satu ciri kental dari Kampung Tua adalah tidur di rumah bulat dan dekat dengan “abu ra’o”.

js4Sedangkan perihal Tarian Gong yang akan ditampilkan oleh siswa-siswi SMA TTS, JS menuturkan, Tarian Gong adalah Tarian Persahabatan. Persahabatan juga merupakan cirri khas orang Kota Kupang. Orang Kota Kupang atau Kota Kasih ini, terbuka menerima siapa saja yang datang dengan berbagai maksud dan tujuan demi sama-sama membangun Kota Kasih ini lebih baik dan sejahtera lahir dan batin lagi.

“Mari kita sama-sama membangun NTT pada umumnya, dan Kota Kupang pada khususnya, dengan mengembangkan dan melestarikan budaya yang ditinggalkan para leluhur Kota Kupang kita,” punkas mantan Sekot Kupang, dan Staf Ahli Gubernur NTT ini.

Oleh: Vincentcius Jeskial Boekan (Novelis)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button