Home / Populer / Mengapa Ahok Ingin Punya Lebih Banyak Musuh?

Mengapa Ahok Ingin Punya Lebih Banyak Musuh?

Bagikan Halaman ini

Share Button

panas

 

MORAL-POLITIK.COM- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku menyukai situasi politik yang “panas”. Karena hal itulah yang membuat seorang politisi dapat menunjukkan kepiawaiannya.

“Kalau mau jadi politisi top, situasinya ya harus kayak gini. Saya malah suka situasi seperti ini,” ujar Ahok dalam acara syukuran rumah dinas Ketua DPRD DKI Jakarta, Rabu (26/11/2014).

Melansir kompas.com, Ahok mengatakan, situasi politik dalam DPRD DKI saat ini belum separah yang ia pernah alami di Belitung dulu. Saat itu, Ahok harus “melawan” 55 persen Fraksi Partai Bulan Bintang.

“Sekarang teman kita banyak, dulu lebih susah, tetapi semua program jalan,” kata Ahok.

Kalaupun akhirnya situasi politik tetap memanas dan harus dicopot jabatannya, maka itu justru menjadi poin plus.

“Kalau saya diturunkan (sebagai Gubernur DKI) enggak masalah, minimal ada foto saya di Balaikota,” ujarnya berseloroh.

Menurut Ahok, bila tidak lagi menjadi gubernur sebelum masa jabatan usai, maka ia justru akan mendapatkan persepsi yang baik. Orang akan berpikir, permasalahan Jakarta seperti macet atau banjir seharusnya selesai.

Ia mencontohkan, warga Belitung mungkin berpikir sekarang kalau dia jadi bupatinya permasalahan di sana akan selesai dengan baik. Padahal, Ahok mengaku saat itu belum tahu caranya menyelesaikan masalah di sana.

“Begitu juga di Jakarta. Misalnya saya cuma setahun jadi Gubernur DKI, orang akan mikir coba dua atau tiga tahun Ahok jadi gubernur, pasti Jakarta beres. Padahal, belum tentu kan? Ini hanya masalah persepsi,” papar dia.

Ia pun menginginkan punya lebih banyak musuh. “Enak kan punya banyak musuh nanti dicopot, dapat persepsi itu, he-he-he. Makanya, tahun depan saya mau punya lebih banyak musuh,” kata dia sambil tertawa.

Baca Juga :  Jagung Prasetyo dianggap lindungi Ahok, menuai petisi

(erny)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button