Home / Populer / Pesona Kebudayaan di arena CFD Kota Kupang (2)

Pesona Kebudayaan di arena CFD Kota Kupang (2)

Bagikan Halaman ini

Share Button

cvd9Wali Kota Kupang, Jonas Salean (JS) menyimak serius suguhan tarian

 

 

MORAL-POLITIK.COM- Penyuguhan tarian Bonet dari Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di arena Car Free Day (CFD) hari ketiga, Sabtu (29/11/2014), selain memberikan warna lain di arena CFD, juga terkandung maksud untuk membudayakan serta mendorong generasi muda untuk tidak melupakan kebudayaannya sendiri.

cvd4

Wali Kota Kupang, Jonas Salean (JS) pada kesempatan yang tampan dan romantis tersebut tak bisa menyembunyikan kegembiraannya. Sesekali dirinya mengumbarkan pesona senyumnya sembari mengangguk-anggukkan kepala.

cvd5Pada ketika dirinya diberikan kesempatan untuk memberikan sambutan, JS menuturkan bahwa kebudayaan TTS sama juga dengan kebudayaan di Kota Kupang. Pasalnya ada sejumlah kelurahan di Kota Kupang dihuni oleh orang-orang TTS, semisal Kelurahan Naioni, Kelurahan Alak, Kelurahan Naimata, Kelurahan Oeba. Mereka sudah bermukim ratusan tahun lamanya, sehingga kebudayaan daerahnya itu telah “ditanamkan” kepada masyarakat sekitarnya.

cvd8

Lain lagi dengan Wakil Wali Kota Kupang, Hermanus Man (HM). Tokoh asal Kabupaten Manggarai yang telah beranak cucu di Kota Kasih ini, menuturkan bahwa Kota Kupang telah menjadi “Kota Kotong Semua”. Sebab–semua suku bangsa bermukim dan mencari mata pencahariannya masing-masing. Akibatnya–kebudayaan Kota Kupang telah penuh warna-warni–tak bedanya dengan warna-warni di taman bunga yang indah memesona, serta semerbak aroma harumnya.

cvd12

“Sebagai Kota Kotong Semua, kewajiban kotong adalah menjaga kebersihan, keamanan dan ketertiban, serta semakin meningkatkan nilai-nilai pemahaman soal hak dan kewajiban sebagai warga negara yang baik,” HM mengingatkan.

cvd7

HM menuturkan lebih lanjut, kata kunci dari keberhasilan semuanya itu adalah dengan menanamkan nilai-nilai edukatif dan moralitas serta kultural kepada masyarakat, dimulai dari anak-anak usia sekolah. Ini penting supaya bisa mendarah daging hingga kapanpun–syukur jika bisa sampai langit ini rontok.

Baca Juga :  Lilian Lepere, Pahlawan Saat Melumpuhkan Penyerang "Charlie Hebdo"

Lain lagi dengan Sekot Kupang, Bernadus Benu. Tokoh yang murah menyunggingkan senyum ini hanya bisa mengangguk-anggukkan kepalanya manakala disentil soal tokoh di belakang layar kegiatan CFD ini. Sebab sebagai Sekot Kupang, paling tidak tugasnya adalah memberikan telaahan staf kepada Wali Kota Kupang, Jonas Salean tentang pentingnya CFD dengan berbagai konsekuensinya.

cvd10

 

Sedangkan Sekwan Kota Kupang, Adrianus Lusi hanya bisa ikut menggoyang-goyangkan tubuhnya mengikuti irama musik ketika gong ditabukan oleh siswa-siswi SLTA dari TTS, manakala ditanya perihal efek domino yang bakal diraup dari CFD.

 

Oleh: vincentcius jeskial boekan (novelis)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button