Home / Populer / Strategi Mencari Pelajaran dari Resolusi Konflik

Strategi Mencari Pelajaran dari Resolusi Konflik

Bagikan Halaman ini

Share Button

strategi

 

MORAL-POLITIK.COM- ‎Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang bekerja sama dengan Cheng Ho Multi Culture Trust of Malaysia mengadakan World Peace Forum ke-5. Acara dwi tahunan yang diselenggarakan Muhammadiyah dengan mitra Malaysia memiliki tujuan sama mengenai perdamaian.

“Tema tahun ini adalah satu kemanusiaan, satu tujuan dan satu tanggung jawab. Lalu pelajaran tentang resolusi konflik,” ujar Ketua PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, dalam konferensi pers World Peace Forum, Quest for Peace: Lessons of Conflict Resolution di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (22/11/2014).

‎Melansir detik.com, dalam acara yang telah digelar sejak tahun 2006 ini, beragam diskusi untuk permasalahan perdamaian dunia telah dibicarakan. Untuk tahun ini, beberapa konflik bilateral hingga multilateral ikut menjadi diskusi hangat oleh para peserta forum yang berasal dari puluhan negara dan 200 partisipan yang berasal dari kalangan akademisi, politisi, aktivis, hingga wartawan tersebut.

“Beberapa yang dibahas adalah succes story Indonesia menangani konflik di Aceh dan Maluku. Lalu ada juga pembahasan mengenai konflik di Mindanao, Filipina selatan, antara pemerintah dan bangsa Moro, juga mengenai konflik di Patthani di Thailand Selatan, juga dibahas dalam forum tahun ini,” jelasnya.

Acara ini pada Jumat (21/11) juga dihadiri Menteri Luar Negeri Retno L.P Marsudi, selaku keynote speaker. Menlu ikut menyampaikan sikap Indonesia tentang perdamaian dunia, dengan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Menurut Din, forum perdamaian yang diprakarsai Muhammadyah ini, bukanlah sebatas forum diskusi saja, namun memiliki efek lain kepada negara peserta.

“Yang kita bicarakan ini bukan sesuatu yang hanya kira bicarakan, tapi juga dilakukan. Misalnya untuk konflik Rohingya, sebenarnya sudah ada pertemuan antara tokoh Budha dan Muslim. Lalu di Afrika tengah, umat Muslim dan Kristen saling bunuh-bunuhan, tapi kita telah membuat MoU, Muhammadyah juga ikut mengutus delegasi untuk memprakarsai perdamaian disana,” kata dia.

Baca Juga :  Caranya Warga Malaysia gabung dengan ISIS

“Hal yang sama juga terjadi di Kosovo,‎ negara kecil yang 96 persen penduduknya Muslim. Serbia belum mengakui, Kosovo dianggap separatis, tapi Amerika dan 108 negara lainnya sudah mengakui negara ini, hanya saja Indonesia belum. Berharap sekali Indonesia dapat mengakui Kosovo sebagai negara merdeka,” sambungnya.

Sehingga, lanjut Din, secara umum di dalam diskusi antar peserta forum pastilah ada perbedaan pendapat, tapi selalu ada juga titik temu yang sama. Inilah yang dibahas dalam diskusi terakhir forum yang diadakan pada hari ini.

“Semoga forum perdamaian dunia ini mengangkat pelajaran penting yang berharga, baik yang sukses maupun gagal, sebagai rekomendasi, dan tidak boleh merasa lelah. Muhammadyah berkomitmen untuk mengamankan misi Islam yang rahmatan lilalamin, tidak hanya untuk perdamaian di Indonesia, tetapi juga di dunia,” pungkasnya.

(erny)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button