Home / Populer / Begini Caranya Penyiksaan TKW di Malaysia

Begini Caranya Penyiksaan TKW di Malaysia

Bagikan Halaman ini

Share Button
tkiIlustrasi TKW.

 

 

MORAL-POLITIK.COM- Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (Padma) Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) meminta pemerintah Indonesia segera menghentikan pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI), khususnya ke Malaysia.

Permintaan itu disampaikan Koordinator Padma Indonesia wilayah NTT, Felixianus Ali kepada Kompas.com, Kamis (25/12/2014) menyusul perlakuan kejam yang dilakukan oleh seorang majikan di Malaysia terhadap Meriance Kabu (32), tenaga kerja wanita (TKW) asal Kupang, NTT.

Melansir kompas.com, dalam situs berita Malaysia, Themalaymailonline, Meriance mengaku selama enam bulan disiksa secara sadis oleh majikannya di apartmen Blok M10, Pandan Jaya, Ampang, Malaysia. Bahkan, Meriance mengaku giginya dicabut pakai obeng saat dia pingsan akibat dipukuli. Dia juga dipaksa meminum air urine sendiri. Lebih sadis lagi, organ vital korban dirusak oleh majikan perempuan dengan ditusuk pakai benda tumpul.

“Penyiksaan kian brutal. Mereka memasukan sebuah benda keras dan besar ke organ pribadi saya. Selama tinggal di sana (rumah majikan), saya dilarang berkomunikasi dengan siapapun. Saya juga dilarang keluar dari apartemen. Saya tidak bisa meminta bantuan ke siapa pun karena takut ketahuan majikan saya,” ucapnya kepada Themalaymailonline.

Meriance mengaku setiap hari selalu “mandi” darah. Akibat penganiayaan tersebut, saat ini Meriance menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Ampang, Selangor.

Atas perlakuan kejam itu, Felxianus Ali menyatakan sudah waktunya Indonesia segera menghentikan penyaluran TKI ke luar negeri, terlebih ke Malaysia, karena banyak kasus TKI/ TKW menjadi korban kekerasan di sana.

“Pemerintah Indonesia lewat Presiden Jokowi harus mendesak pemerintah Malaysia dan aparat Malaysia agar segera memproses pelaku yang telah menganiaya korban dengan cara yang tidak manusiawi itu,” tegas Felixianus.

Baca Juga :  Rote Ndao merindu kedamaian hidup berdampingan

Menurut Felixianus, Pemerintah Indonesia harus segera akhiri pengiriman TKI/ TKW ke Malaysia, karena banyak kasus kekerasan terhadai TKI di negeri Jiran itu.

“Untuk apa menjadi pahlawan devisa bagi bangsa dan negara serta keluarga, tapi toh disiksa kayak binatang? Mendingan akhiri saja hubungan diplomatik dengan Malaysia,” katanya lagi.

Duta Besar (Dubes) Indonesia di Malaysia harus segera mendesak pemerintah dan kepolisian Malaysia secepatnya memproses hukum pelaku penganiayaan tersebut. Pelaku sudah saatnya dihukum mati karena perbuatannya sudah melewati batas kemanusiaan.

“Dubes indonesia Herman Prayitno dan pejabat Atase di Malaysia yang sempat mengunjungi korban (Meriance Kabu), bukan untuk mengelabui mata masyarakat tapi harus tuntut dan mendesak pihak Malaysia untuk bertanggung jawab penuh atas peristiwa tersebut,” kata Felixianus.

Ke depan, kata Felixianus, pemerintah Indonesia dan Provinsi NTT harus menyediakan lapangan pekerjaan yang layak agar masyarakat Indonesia tidak pergi jauh- jauh pergi ke luar negeri hanya untuk mengadu nasib demi mencari sesuap nasi. Khusus bagi pihak perekrut yang telah mengirim korban ke Malaysia, harus bertanggung jawab atas kekerasan tersebut. Pihak perekrut kata dia, jangan “mencuci tangan” atas insiden tersebut.

“Padma Indonesia Provinsi NTT mendesak agar pihak Indonesia harus benar-benar menuntaskan semua kasus TKI/ TKW yang terjadi di luar negeri dengan secepatnya. Bagi masyarakat Indonesia, khususnya NTT, saran saya sebaiknya bekerja saja di kampung halaman sendiri walaupun hasilnya tidak bagus seperti yang diharapkan,” pungkasnya.

(erny)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button