Home / Populer / Mengapa Masyarakat Toraja Kubur Jenazah di Tebing Kapur?

Mengapa Masyarakat Toraja Kubur Jenazah di Tebing Kapur?

Bagikan Halaman ini

Share Button

kapur

 

MORAL-POLITIK.COM- Hingga saat ini masyarakat Toraja masih memiliki kebiasaan menguburkan jenazah di dalam tebing bukit kapur. Selain melestarikan adat istiadat, rupanya hal ini untuk menjaga wilayah agar tidak habis terjamah.

Berdasarkan pantauan detiktravel bersama tim adventure Lovely Desember di Kabupaten Toraja Utara yang kelilingi bukit kapur, hampir mayoritas masyarakat yang berada di kecamatan Depina masih melakukan penguburan didalam gunung.

“Kenapa dimakan tebing batu atau goa, hal ini dikarenakan wilayah Toraja berada di wilayah dataran tinggi,” ujar Plt ketua Adat Masyarakat Tongkonan Ketekesu, Layuk Sarunggalo saat berbincang bersama tim adventure lovely Desember, Kamis (25/12/2014).

Melansir detik.com, menurutnya, secara persentase hanya 20% wilayah Toraja yang dapat digunakan berladang dan sawah. Sehingga bisa dibayangkan jika luas wilayah yang dikeliling bukit kapur habis oleh tanah kuburan.

“Makanya kalau dimakamkan ke tanah mungkin sudah habis dataran rendah kami, sehingga kami tidak bisa bersawah. Sama seperti di Bali bisa ibu bapak bayangkan kalau orang Bali tidak ditunjukan bukan agama Budha atau Hindu, mungkin sudah habis itu pure yang disana, Makanya mereka dikumpulkan di dalam satu pura yang menjadi kontainer dan itu isinya bisa puluhan ribu,” kata Layuk.

Belakangan ini sebagian besar dari masyarakat Toraja sudah mulai tidak menguburkan sanak keluarganya di tebing bukit kapur. Lantaran dalam satu keluarga di masyarakat toraja tersebut multiagama.

“Seperti saya yang membuat rumah yang dibagian dalamnya ada yang tidak semen, hal ini agar keluarga saya yang Muslim bisa ditempatkan bersama keluarga saya yang Kristen. Sehingga kami bisa menguburkan saudara kami yang Muslim tanpa melanggar hukum agama dan adat istiadat,” kata Layuk menambahkan.

Baca Juga :  Pilpres telah usai, elite harus meneladani rakyat

Menurutnya, sistem penguburan di tebing khas masyarakat Toraja adalah untuk menjaga hubungan kekeluargaan. Meski mereka terpisah secara agama tetapi hubungan emosional harus dijaga.

“Kami menjaga hubungan keluarga begitu kenal, kalau terpisah nanti tidak ada ikatan emosional, ini merupakan salah satu kearifan lokal dalam beragama, untuk apa kita bertikai karena peberdaaan pandangan,” pungkas dia.

(erny)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button