Home / Populer / Tragedi AirAsia, “Sebuah Momentum Unjuk Eksistensi?”

Tragedi AirAsia, “Sebuah Momentum Unjuk Eksistensi?”

Bagikan Halaman ini

Share Button
insidenKepala BasarnasBambang Soelistyo.

MORAL-POLITIK.COM- Berbagai instansi dinilai berlomba-lomba memberikan pernyataan terkait dengan hilangnya AirAsia QZ8501 dan “memanfaatkan” insiden ini untuk unjuk eksistensi.

Dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Hukum dan Komunikasi Unika Soegijapranata Algooth Putranto menilai fenomena berebutnya berbagai pihak di pemerintahan tampil bicara dalam kasus Air Asia menunjukkan tidak paham komunikasi krisis.

“Padahal sudah membentuk crisis center. Semua terpusat. Lha ini tentara, polisi, aparat sipil berlomba ikut berbicara. Harusnya mereka malu dengan AirAsia yang langsung menunjuk Toni Fernandes sebagai narasumber tunggal,” kata dia, Selasa (30/12/2014).

Melansir kompas.com, dalam komunikasi krisis, ujarnya, setelah membentuk crisis center sudah wajib ditunjuk  seorang juru bicara yang bertugas mengelola akurasi dan konsistensi pesan yang merespons seluruh kebutuhan informasi internal dan eksternal.

“Dalam hal ini Ketua Basarnas wajib dipuji karena konsisten menanggapi pertanyaan media. Dalam sesi konferensi pers dia terlihat tidak merasa perlu menjawab pertanyaan yang menyebabkan timbulnya spekulasi dan memilih mengumpulkan fakta yang ada,” kata dia menambahkan.

Algooth membandingkan dengan kecelakaan-kecelakaan pesawat yang terjadi pada pesawat militer. Satu contoh nyata adalah tragedi Hercules C-130 TNI AU yang jatuh di Magetan, Jatim. Seluruh aparat sipil dan militer dapat kompak mengunci mulut.

“Padahal saat itu, pesawat tersebut membawa penumpang sipil yaitu perempuan dan anak-anak. Saat itu media kesulitan mendapatkan pernyataan. Semua kompak diam dan patuh sumber informasi adalah Mabes TNI AU. Kali ini terasa janggal,” pungkas dia.

(erny)

Baca Juga :  UU Pilkada Belum Diundangkan, KPU Tak Bisa Konsultasi dengan DPR

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button