Home / Populer / Abraham Samad dan Adnan Pandu Praja dilaporkan, Polisi: Belum dapat bukti

Abraham Samad dan Adnan Pandu Praja dilaporkan, Polisi: Belum dapat bukti

Bagikan Halaman ini

Share Button
kpkPimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi.

 

MORAL-POLITIK.com– Dua komisioner KPK, Abraham Samad dan Adnan Pandu Praja kembali dilaporkan ke Bareskrim. Namun hingga saat ini penyidik mengaku belum mendapat bukti pelaporan tersebut.

‎”AS (Abraham Samad) sama AP (Adnan Pandu), cepat tidaknya pemeriksaan itu tergantung saksi, barang bukti dan bukti lain,” kata Kabag Penum Polri Kombes Rikwanto di kantornya, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (27/1/2015)

Melansir detik.com, Penyidik, lanjut Rikwanto, belum berhasil menemukan bukti-bukti dari pelaporan itu. Kapan waktunya, Rikwanto mengaku belum bisa memastikan.

‎”Namun jika belum kuat bukti-bukti yang dimaksud, pelan pelan. Penyidik akan mempelajari dulu, meminta bukti dari pelapor terkait dengan laporannya. Penyidik juga mencari bukti lain yang menguatkan pasal. Waktunya relatif, tergantung dengan tahap kasusnya,” jelasnya.

‎Penyidik saat ini masih mempelajari laporan atas Abraham Samad dan Adnan Pandu Praja. Dalam laporan terhadap Abraham, pelapor menyebutkan salah satu saksinya adalah Plt Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

“Hasto (saksi untuk AS) belum ada pemanggilan, pada waktunya akan dipanggil untuk dimintakan keterangan sebagai saksi. Tapi saat ini belum dijadwalkan,” tuturnya.

Abraham Samad dilaporkan oleh‎ Muhammad Fauzan Rahman dari Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia. Selain itu, Direktur LSM KPK Watch Indonesia Muhamad Yussuf Sahide juga melaporkan Samad pada Kamis (22/1) lalu, sehari sebelum penangkapan BW. AS dilaporkan atas dugaan melanggar pasal 36 dan pasal 65 UU Nomor 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi.

Sementara Adnan dilaporkan sehari setelah penangkapan BW, Sabtu (24/1) atas kasus dugaan pencurian saham PT Desy Timber melalui Kuasa Hukum bernama Mukhlis. Mukhlis menuduh Pandu sebagai kuasa hukum memalsukan akta perusahaan pada tahun 2006 untuk mengambil saham secara ilegal.

Baca Juga :  Sudahkah NTT Jadi Provinsi Ternak?

“Sejak awal sudah clear. Peristiwa (kriminalisasi saya) kasusnya sebelum saya masuk Kompolnas, pimpinan panselnya Farouk Muhammad (dinyatakan) sudah clear. Ketika saya masuk KPK juga sudah diklarifikasi,” kata Adnan saat dimintai tanggapannya atas laporan itu.

(erny)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button