Home / Populer / Agar Pasien DBD dan Diare tak meningkat di Kota Kupang

Agar Pasien DBD dan Diare tak meningkat di Kota Kupang

Bagikan Halaman ini

Share Button
direktrisKetika Menkes Nafsiah Mboi berkunjung ke RS Kota.

 

MORAL-POLITIK.COM– Jumlah Pasien penyakit Diare dan Demam Berdarah (DBD) di Kota Kupang, pasca musim hujan mengalami peningkatan yang sangat tinggi.

Demikian dikatakan, Direktur Rumah Sakit Umum, S.K. Lerik Kota Kupang, dr. Marsiana Halek kepada moral-politik.com, usai pengeresmian pergantian Nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kupang, menjadi RSU S.K. Lerik yang berlangsung hari ini, Kamis (08/01/2014) di Rumah sakit tersebut.

Menurut Marsiana, untuk penyakit Diare, jumlah penderita mengalami peningkatan yang sangat tinggi. Sejak pertengahan bulan Desember lalu, rata-rata pasien umumnya anak-anak, dalam sehari mencapai 13 orang, dan yang menjalani rawat inap mencapai 10 orang per hari. Sedangkan untuk kasus DBD, khususnya di RSU ini meningkat hingga 50 persen penderita.

Namun Ketika disinggung soal akumulasi jumlah pasien baik diare dan DBD, Marsiana mengaku belum mengetahui jumlah secara keseluruhan. “Yang pasti untuk diare, jumlah penderita sudah sangat banyak. Sedangkan untuk DBD, peningkatan kasus baru 50 persen dari keadaan normal,” katanya

Dia mengatakan, meningkatnya kasus penyakit diare dan DBD, diperkirakan akibat dari hujan deras yang melanda Kota Kupang dalam beberapa pekan terakhir. Masyarakat mungkin kurang begitu memperhatikan masalah kebersihan lingkungan sehingga bibit penyakit tumbuh berkembang dan menyerang masyarakat.

“Masyarakat harus mengubah kebiasaan pola hidup tidak sehat berganti dengan pola hidup sehat, seperti membuang sampah pada tempatnya, menghindari adanya genangan air agar nyamuk tidak dapat berkembang biak. Dengan pola hidup sehat, saya yakin wabah penyakit bisa dicegah,” pungkas dia.
(nyongky)

Baca Juga :  Harry Azhar Asiz: Sampai Kiamat Pun, Pemprov DKI Harus Ganti Kerugian Rs. Sumber Waras

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button