Home / Populer / AirAsia QZ8501 beri Rp 25 Juta, ini keluhan Keluarga Korban

AirAsia QZ8501 beri Rp 25 Juta, ini keluhan Keluarga Korban

Bagikan Halaman ini

Share Button
keluargaAnggota Basarnas menurunkan jenazah korban jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 dari helikopter Bell-420 yang membawanya dari KRI Banda Aceh di Laut Jawa dekat perairan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Sabtu (3/1/2015).

 

 

 

MORAL-POLITIK.COMРSoedjono, kakak Rudy Soetjipto, korban AirAsia QZ8501memprotes manajemen AirAsia  yang membatasi biaya pemakaman untuk korban pesawat AirAsia.

Menurutnya, manajemen AirAsia membatasi biaya pemakaman korban hanya Rp 25 juta per orang.

“Pelayanan Air Asia mengecewakan. Masa nyawa orang dijatah Rp 25 juta untuk pemakaman,” kata Soedjono saat menunggu jenazah adiknya di Yayasan Gotong Royong, Rabu (7/1/2015).

Melansir kompas.com, Soedjono mengetahui ada pembatasan biaya pemakaman saat hendak memindah persemayaman jenazah adiknya di ruang VVIP Anggrek yang juga berada di Yayasan Gotong Royong.

Menurutnya, pihak Gotong Royong sudah dipesan oleh manajemen Air Asia agar persemayaman korban di ruang biasa.

“Saya sebagai keluarga tidak masalah tombok untuk biaya pemakaman. Tetapi, pihak Air Asia tidak usah membatasi biaya pemakaman. Kesannya, nyawa orang hanya dihargai Rp 25 juta,” ujarnya.

Soedjono ingin memindahkan persemayaman adiknya di ruang VVIP agar jenazah keluarga adiknya bisa berkumpul jadi satu. Ruang di VVIP cukup untuk menyemayamkan tiga jenazah. Saat ini, masih ada tiga jenazah keluarga adiknya yang belum dikremasi.

Yaitu, Rudy Soetjipto bersama istri Lindawati Anggara dan putrinya Cindy Clarissa Soetjipto. Sedangkan, jenazah anak Rudy yang lain, Kevin Alexander Soetjipto sudah dikremasi.

“Kalau di ruang biasa hanya cukup untuk dua jenazah. Rencananya, jenazah keluarga adik saya akan dikremasi bersamaan. Informasinya, jenazah istri dan anak Rudy juga sudah ketemu. Kalau besok sudah bisa dibawa ke Malang, berarti tanggal 9 Januari sudah bisa dikremasi,” katanya.

Baca Juga :  Mbulang: LHP tak diserahkan, diduga ada konspirasi dengan Pemprov NTT

(erny)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button