Home / Populer / “Fadli Zon anggap Pemerintah bikin masyarakat semakin sulit”

“Fadli Zon anggap Pemerintah bikin masyarakat semakin sulit”

Bagikan Halaman ini

Share Button
zonWakil Ketua DPR RI Fadli Zon.

 

 

MORAL-POLITIK.COM– Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menganggap pemerintahan Joko Widodo tidak menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM). Menurut Fadli, pemerintah tengah “berakrobat” dalam menetapkan harga BBM.

“Sekarang ini hanya akrobat saja. (Harga BBM) dinaikkan, lalu diturunkan. Jadi, seolah-olah turun,” ucap Fadli di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (6/1/2015).

Melansir kompas.com, Fadli mengatakan, harga premium sebelum dinaikkan sebesar Rp 6.500 per liter. Jadi, jika harga premium kini Rp 7.600 per liter, ia menganggap harga tersebut tetap dinaikkan pemerintah.

“Kalau mau turun itu harus sesuai dengan harga sebelum dinaikkan. Kalau sekarang ini bukan turun, masih tetap naik,” kata politisi Partai Gerindra itu.

Fadli menambahkan, kebijakan pemerintah saat ini tidak membuat masyarakat semakin sejahtera, tetapi justru semakin sulit. Sebab, kenaikan BBM diikuti kenaikan tarif dasar listrik dan kenaikan harga-harga lainnya.

“Jadi, pemerintahan sekarang ini justru membuat kehidupan masyarakat semakin sulit. BBM naik, listrik naik, ya kan,” ucap Fadli.

Pada 31 Desember 2014, pemerintah sebelumnya mengumumkan premium (RON 88) diturunkan harganya dari Rp 8.500 per liter menjadi Rp 7.600 per liter. Harga solar turun dari Rp 7.500 per liter menjadi Rp 7.250 per liter. Adapun harga kerosin Rp 2.500. Harga baru BBM tersebut berlaku sejak 1 Januari 2015 pukul 00.00.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said mengatakan, pemerintah tidak menyerahkan sepenuhnya harga premium kepada mekanisme pasar. Menurut dia, harga BBM dan gas bumi tetap diatur dan ditetapkan pemerintah.

Menurut rencana, harga BBM akan dikaji setiap bulan. Dalam menetapkan harga dasar BBM tersebut, pemerintah memakai penghitungan rata-rata harga indeks pasar dan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dengan kurs beli Bank Indonesia. Periode penghitungannya tanggal 25 pada dua bulan sebelumnya hingga tanggal 24 bulan sebelumnya.

Baca Juga :  Jokowi renovasi 1600 rumah di 13 titik Jakarta Timur

(erny)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button