Home / Populer / Ini efeknya bagi pria jika pindah kantor baru

Ini efeknya bagi pria jika pindah kantor baru

Bagikan Halaman ini

Share Button
priaIlustrasi.

 

MORAL-POLITIK.com– Dua orang sahabat, Jean Alerte (33) dan Frank Getay (32), serta kelima rekan lainnya, mereka menulis sebuah buku berjudul Single Man, Married Man. Dalam buku ini terurai sejumlah pikiran yang tersembunyi dalam kepala pria dan rangkaian saran untuk wanita berdasarkan perspektif kaum adam.

Ternyata, menurut para responden pria yang terlibat dalam proses kreativitas buku mengatakan bahwa tidak peduli seorang wanita sukses dalam berkarier, pria menginginkan mereka tetap memprioritaskan kebutuhan pasangannya. Kemudian, salah satu penulis mengungkapkan, saaat ego seorang pria terusik, kadar cinta pria bisa mengalami penurunan.

Melansir kompas.com, selanjutnya pada salah satu bab buku menuliskan bahwa pria yang sering mengatakan tak ingin menikah, sedang menyimpan kebohongan. Sebab, mereka sebenarnya ingin menikah dan berkeluarga.

Fakta-fakta ini didapatkan kedua penulis dengan melakukan survei terhadap 300 responden pria secara online dan wawancara langsung.

Beberapa hal yang menurut responden pria bisa dilakukan istri untuk mengambil hati suami adalah dengan menyiapkan makan malam, mandi bersama, dan memijat kaki.

“Jika ada pria yang memilih untuk tidak berdebat dengan pasangan wanitanya, bukan berarti mereka lemah. Sikap ini diambil karena mereka merasa lebih baik melindungi wanita daripada bertengkar,” terang Gatey.

Lalu, apa yang buku ini jelaskan mengenai pria sebagai makhluk yang paling sering berselingkuh?

Beberapa responden menjawab, salah satu godaan berselingkuh terjadi saat pindah kerja ke kantor baru. “Kami seperti bertemu dan berteman dengan wanita yang sebelumnya belum pernah kami kenal. Kondisi ini membuat kami merasa perlu mengeksplorasi potensi dan kesempatan dengan kenalan baru ini,” tulis salah seorang responden.

Hal lain yang paling menggelikan adalah salah satu responden menulis bahwa risiko berselingkuh tidak terlalu merugikan diri sendiri ketimbang pindah tempat cukur rambut baru. Sebab, tampaknya para pria lebih khawatir kehilangan tukang cukur rambut langganan daripada pasangan.

Baca Juga :  Keputusan resmi terkait Ahok pasca Kongres PDI-P di Bali

Apakah Anda setuju?

(erny)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button