Home / Populer / Ini penyebab Nelayan Kota Kupang Keluhkan Bantuan IFAD

Ini penyebab Nelayan Kota Kupang Keluhkan Bantuan IFAD

Bagikan Halaman ini

Share Button
hiu                                                                                                            Ilustrasi.

 

 

MORAL-POLITIK.COM– Warga nelayan di  Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengeluhkan bantuan program International Fund for Agricultural Development (IFAD) kepada DPRD Kota Kupang. Pengeluhan itu bukan disebabkan bantuan yang tidak layak, tetapi bantuan yang diberikan tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Pengeluhan warga nelayan ini disampaikan ke Komisi II DPRD Kota Kupang, saat Komisi melakukan kunjungan pemantauan program ke mitra kerja di tingkat masyarakat pada Kamis (15/1/2015).

Demikian dikatakan Ketua Komisi II, Melkianus Balle kepada moral-politik.com usai melakukan kunjungan kerja ke masyarakat nelayan di wilayah Lasiana dan Nunbaun Delha

Ia mengatakan, dalam kunjungan itu, mereka umumnya mengeluh agar bantuan program IFAD dapat disesuaikan dengan kondisi yang dibutuhkan, seperti bantuan kapal. Diharapkan bantuan kapal dapat ditingkatkan kapasitas mesinnya dengan kapisatas yang besar agar masyarakat dapat beroperasi jauh.

“Mereka meminta agar kapal yang sudah didapat dengan kapasitas satu gross ton dapat di bantu dengan kapasitas dua gross ton hingga tiga gross ton, sehingga mereka bisa meningkatkan hasil penagkapan mereka lagi,” katanya.

Masyarakat, katanya, sudah mengakui program IFAD cukup membantu para nelayan, namun mereka mengharapkan agar bantuan yang sudah diberikan dapat ditingkatkan, karena ada tambahan dana  Rp 7 Milliar.

Selain itu, tambahnya, nelayan juga meminta agar dalam bantuan itu mereka juga dibantu dengan genset dan alat pancing yang sesuai. Khusus untuk alat pancing, IFAD memberikan bantuan alat pancing untuk memancing ikan hiu, sedangkan potensi ikan hiu di NTT sangat kecil sehingga pancing yang diberikan hampir tidak bisa digunakan. Mereka mengharapkan agar alat pancing yang diberikan bisa dimanfaatkan sesuai potensi perikanan perairan Teluk Kupang dan sekitarnya.

Baca Juga :  Soal isu ditolaknya APBD NTT oleh Mendagri, ini kata Karo Humas

“Bantuan perelatan pancing yang didapat saat ini yakni alat pancing (rawe) untuk pancing hiu yang digunakan dilaut yang sangat dalam. Sedangkan ikan hiu sangat jarang ada diperairan terdekat.  mereka meminta mata kail rawe yang lebih kecil untuk bisa digunakan,” pungkas dia.

(nyongky)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button