Home / Populer / Ini Strategi KPK Selidiki Aliran Dana Budi Gunawan

Ini Strategi KPK Selidiki Aliran Dana Budi Gunawan

Bagikan Halaman ini

Share Button
rancangKetua KPK Abraham Samad (kanan) didampingi Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto menunjukkan skema penyelidikan saat memberikan keterangan kepada wartawan terkait penetapan Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka, di Jakarta, Selasa (13/1/2015).

 
MORAL-POLITIK.COM– Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bambang Widjojanto mengatakan, KPK sampai membuat pemetaan dalam penyelidikan terhadap transaksi mencurigakan di rekening Komisaris Jenderal Budi Gunawan. KPK telah menetapkan Budi sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi pada 12 Januari 2015.

“Kami telah memetakan ini. Ini transaksinya” ujar Bambang di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (13/1/2015).

Melansir kompas.com, Bambang lantas menunjukkan kertas putih besar dengan banyak lipatan. Kertas tersebut nampak lusuh seperti sudah terlalu banyak dibentangkan dan dilipat kembali. Namun, Bambang enggan menunjukkan bagian depan kertas yang disebutnya merupakan peta aliran transaksi Budi.

“Kertas ini sudah sampai kuning-kuning, kami perbaiki terus menerus,” katanya.

Ketika ditanya apakah aliran dana dari rekening Budi mengalir ke anak dan kerabatnya, Bambang enggan menjawab. Ia khawatir, pernyataan lugas dari KPK nantinya akan memengaruhi proses penyidikan.

“Pertanyaan itu tidak perlu dijawab, tapi kira-kita sejauh itu lah. Artinya, saya tidak mau menjawab langsung karena itu akan memengaruhi proses. Kami mengumpulkan cukup banyak informasi dan bukti,” ujar Bambang.

Meski menduga ada transaksi mencurigakan di rekening Budi, Bambang enggan menjelaskan siapa saja pihak terkait yang menjadi penyuap atau yang disuap serta nilai rekening gendut Budi.

KPK menetapkan Gunawan sebagai tersangka dengan dugaan terlibat transaksi mencurigakan atau tidak wajar. Budi merupakan calon tunggal Kepala Kepolisian RI yang ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo.

Ketua KPK Abraham Samad mengatakan, penyelidikan mengenai kasus yang menjerat Budi telah dilakukan sejak Juli 2014.

Baca Juga :  Di Rumah Puan, Presiden PKS Anis Matta Sebut Reshuffle Kabinet Belum Perlu

“Berdasarkan penyelidikan yang cukup lama akhirnya KPK menemukan pidana dan menemukan lebih dari dua alat bukti untuk meningkatkan penyelidikan menjadi penyidikan,” pungkas Abraham.

Budi Gunawan disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b, Pasal 5 ayat 2, Pasal 11 atau 12 B Undang-undang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1KUHPidana.

(erny)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button