Home / Populer / Inilah reaksi Budi Gunawan kala ditanya soal “Titipan Megawati”

Inilah reaksi Budi Gunawan kala ditanya soal “Titipan Megawati”

Bagikan Halaman ini

Share Button
tertawaPresiden terpilih, Joko Widodo (dua kiri) berbincang dengan Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri (dua kanan) dan Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDIP, Puan Maharani (kiri) serta Sekjen PDIP, Tjahjo Kumolo saat pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV PDIP di Marina Convention Center (MCC), Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (19/9/2014). Rakernas yang dihadiri presiden dan wakil presiden terpilih, Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK) serta sejumlah ketua partai koalisi ini mengusung tema Berjuang untuk Kesejahteraan Rakyat.

MORAL-POLITIK.COM– Berbagai pihak menganggap pencalonan Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai Kepala Polri merupakan titipan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Budi Gunawan merupakan mantan ajudan Megawati sewaktu menjabat presiden.

Bagaimana tanggapan Budi Gunawan? Ia tertawa ketika disinggung hal itu. Menurut dia, pencalonan dirinya merupakan hasil dari proses seleksi di Komisi Kepolisian Nasional yang kemudian disampaikan kepada Presiden Joko Widodo. (Baca: Kepada Jokowi, Kepala PPATK Sudah Jelaskan Potensi Kasus Budi Gunawan)

Melansir kompas.com, lalu bagaimana dengan penolakan berbagai pihak atas pencalonan Anda sebagai Kapolri?

“Hak setiap orang menilai,” jawab Budi Gunawan seusai bertemu para anggota dan pimpinan Komisi III DPR di kediamannya di Jakarta, Selasa (13/1/2015).

Pertemuan tersebut merupakan rangkaian proses seleksi calon kapolri yang dilakukan DPR. Dalam pertemuan tersebut, Komisi III ingin mengetahui kehidupan keluarga Budi.

Budi mengaku akan mengikuti proses hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi setelah ditetapkan sebagai tersangka. Ia merasa tidak melakukan tindak pidana korupsi. (Baca: Jadi Tersangka, Ini Komentar Budi Gunawan)

Budi menyinggung proses penyelidikan yang dilakukan Polri pada 2010 terhadap laporan hasil analisis (LHA) PPATK. Ia mengaku sudah memberikan klarifikasi dalam penyelidikan tersebut. Hasilnya, kata dia, tidak ditemukan unsur tindak pidana.

Baca Juga :  Kiat Basuki penggal kelaziman "Mark Up" Alat Kesehatan di Dinkes

Ia juga akan melanjutkan proses seleksi sebagai calon kapolri di Komisi III. Ia mengaku akan hadir dalam uji kepatutan dan kelayakan, Rabu (13/1/2015) pukul 10.00 WIB. (Baca: Jadi Tersangka, Budi Gunawan Ingin Lanjutkan Seleksi Calon Kapolri)

Berbagai pihak mendesak Presiden Jokowi menarik kembali pencalonan Budi Gunawan sebagai Kapolri. Pasalnya, ia sempat terseret kasus rekening gendut. Terlebih lagi, Jokowi tidak melibatkan KPK dan PPATK dalam seleksi tersebut.

Di media sosial muncul petisi dengan judul “Jokowi, Jangan ‘Menutup Mata’ dalam Memilih Calon Kapolri!”. (Baca: “Pak Presiden, Saat Kampanye Janji Memilih Orang Berintegritas, tetapi Sekarang…”)

(erny)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button