Home / Populer / Kedua kalinya Para Saksi Budi Gunawan Tak Penuhi Panggilan Penyidik KPK

Kedua kalinya Para Saksi Budi Gunawan Tak Penuhi Panggilan Penyidik KPK

Bagikan Halaman ini

Share Button
lagiPolisi memasang spanduk anti korupsi raksasa di gedung Trans National Crime Center, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (7/12/2012). Selain untuk memperingati Hari Anti Korupsi Internasional pada 9 Desember, spanduk ini merupakan bentuk komitmen Polri untuk terus bekerjasama dengan KPK dalam memberantas korupsi di Indonesia.

 

MORAL-POLITIK.com– Sejumlah saksi kasus dugaan suap dan gratifikasi dengan tersangka Komisaris Jenderal Budi Gunawan kembali tidak memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi. Padahal, jadwal pemeriksaan hari ini merupakan panggilan kedua mereka sebagai saksi kasus tersebut.

Kepala Bagian Pemberitaan KPK Priharsa Nugraha mengatakan, Direktur Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal Polri Brigadir Jenderal (Pol) Herry Prastowo tidak memenuhi panggilan karena mengaku sedang menjalankan tugasnya.

“Brigjen Pol Herry Prastowo mengirimkan surat memberitahukan sedang menjalankan tugas operasi,” ujar Priharsa melalui pesan singkat, Senin (26/1/2015).

Melansir kompas.com, sedangkan Dosen Utama Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian Lembaga Pendidikan Polri Komisaris Besar (Pol) Ibnu Isticha tidak memenuhi panggilan karena sedang mendampingi mahasiswanya.

“Kombes (Pol) Ibnu Isticha, informasi disampaikan bahwa saksi sedang mendampingi mahasiswa S3,” kata Priharsa.

KPK menetapkan Budi Gunawan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji selama menjabat sebagai Kepala Biro Pembinaan Karier Deputi Sumber Daya Manusia Polri periode 2003-2006 dan jabatan lainnya di kepolisian. KPK menjerat Budi dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b, Pasal 5 ayat 2, serta Pasal 11 atau Pasal 12 B Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Budi terancam hukuman maksimal penjara seumur hidup jika terbukti melanggar pasal-pasal itu. Budi Gunawan sedianya akan dilantik menjadi kepala Polri pengganti Jenderal (Pol) Sutarman.

Baca Juga :  Pengacara DPRD DKI siapkan 3 Peluru untuk Penjarakan Ahok

DPR telah menyetujui penunjukan Budi sebagai Kapolri. Namun, Presiden Joko Widodo memutuskan untuk menunda pelantikan tersebut karena Budi ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

(erny)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button