Home / Populer / Kini, Kota Kupang jadi sasaran Ikan Berformalin

Kini, Kota Kupang jadi sasaran Ikan Berformalin

Bagikan Halaman ini

Share Button
iak       Ilustrasi: Situasi di TPI Kelurahan Oeba, Kota Kupang. (Foto: Regen Mesah)

MORAL-POLITIK.com– Setelah rantai perdagangan ikan berformalin di daratan Flores sudah diputus, yang ditandai dengan penyitaan sejumlah ton ikan di Kabupaten Sikka dan beberapa daerah lainnya, penjual ikan berformalin asal Flores Timur (Flotim) kini mengincar Kupang sebagai daerah tujuan. Hal ini sudah terbukti dengan berhasilnya Dinas Perikanan Kelautan (DKP) NTT berhasil menyita 12 ton ikan berformalin di Kupang belum lama ini, dari daerah yang sama.

Anggota DPRD NTT dari PKPI, Oswaldus menuturkan kepada moral-politik.com di Kota Kupang, Sabtu(31/1),
bahwa ikan yang diformalin itu, dilakukan mulai dari tengah laut. Hal ini dilakukan para nelayan karena hasil tangkapan itu baru dibongkar di tempat pendaratan ikan (TPI) atau di pantai pada keesokan harinya. Untuk lebih memastikan lagi agar ikannya tetap awet, sebelum dijual ikan tersebut diformalin lagi oleh para penjual. Sehingga ikan yang dijual itu diformalin sebanyak dua kali.

Ia mengatakan, walau mata rantai penjualan ikan berformalin di Flores sudah diputus, tapi tetap dilakukan pengawasan. “Pemerintah perlu siapkan pos pemantauan dan pengawasan di setiap pertabatasan kabupaten seperti antara Flotim dan Sikka, serta Sikka dan Ende yang dilengkapi dengan fasilitas untuk menguji kandungan formalin pada ikan yang dijual melintasi daerah itu,” katanya.

Terkait perubahan daerah sasaran penjualan ikan berformalin ke Kupang dimaksud, Anggota Komisi II DPRD NTT ini berargumen, tentunya dibutuhkan pengawasan yang ketat di semua TPI di Kota Kupang seperti TPI Oeba, Tenau, dan Nunbaun Sabu. Semua TPI yang ada harus dilengkapi dengan fasilitas dan sarana yang memadai. Sehingga ketika dilakukan bongkar muat ikan, langsung dites apakah mengandung formalin atau tidak. Jika diketahui ada indikasi mengandung formalin, hendaknya langsung ditahan dan selanjutnya dimusnahkan.

Baca Juga :  Bantu Filipina, PMI kirim 2 helikopter Bolcow-105

“Diduga, tempat penjualan ikan yang jauh juga pasti mendapat perlakuan yang sama yakni ikannya diformalin. Karena itu, semua ikan di Kupang yang hendak dijual ke Soe, Timor Tengah Selatan ataupun di Kefa, Timor Tengah Utara harus dilakukan pemeriksaan dan dites terlebih dahulu,” pungkas Oswaldus.

(nyongky)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button