Home / Populer / Komisi II DPRD Kota Kupang diskursuskan Pengerjaan Los Pasar…

Komisi II DPRD Kota Kupang diskursuskan Pengerjaan Los Pasar…

Bagikan Halaman ini

Share Button
oebobo                                                              Ketika Pasar Oebobo, Kota Kupang dibangun. (Foto: Google).

 

 

 

MORAL-POLITIK.COM– Komisi II DPRD Kota Kupang segera menelusuri sejumlah kejanggalan dalam pelaksanaan pekerjaan di sejumlah pasar di dalam Kota Kupang, yakni Pasar Kasih Naikoten 1, Pasar Kuanino, dan Pasar Oebobo. Untuk Pasar Kasih dan Pasar Kuanino, walau sudah ada PHO, namun kuat dugaan belum tuntas dikerjakan. Sedangkan Pasar Oebobo walau belum PHO dan serah terima dari pelaksana kepada Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) sebagai pemilik proyek kepada Wali Kota Kupang Jonas Salean, namun sudah ditempati oleh para pedagang.

Hal itu terungkap dalam rapat Komisi II di ruang rapat Komisi II DPRD Kota Kupang, Selasa (6/1/2014). Ketua Komisi II Melkianus Balle mengatakan, persoalan proyek pasar menunurut Disperindag sudah di-PHO yakni di Pasar Kasih dan Kuanino.

Ia mengatakan, seharusnya jika belum diserahterimakan, jangan digunakan dulu. Karena, jika terjadi kerusakan, akan saling menyalahkan. Pemilik proyek mempersalahkan pelaksana, dan pelaksana mempersalahkan para pedagang sebagai pengguna.

“Harusnya kalau belum PHO dan serah terima, tidak boleh digunakan. Paling cepat besok (Rabu hari ini) kita akan turun ke tiga pasar tersebut untuk pantau langsung,” katanya.

Wakil Ketua Komisi II Paulus Manafe mempertanyakan apakah tim PHO sudah turun memeriksa pekerjaan atau belum. Menurut dia, harusnya jika pekerjaan sudah rampung, tim PHO memeriksa dan dibuatkan berita acara serah terima dari pelaksana kepada pengguna anggaran dalam hal ini Disperindag. Selanjutnya, Disperindag menyerahkannya kepada Wali Kota untuk kemudian diserahkan kepada para pedagang yang memanfaatkan los pasar dimaksud.

Karena itu, kata Manafe, jika belum dilakukan PHO dan serah terima tetapi sudah digunakan, jelas sudah menyalahi ketentuan yang berlaku.

Baca Juga :  Anggarannya dipangkas Rp 9 Triliun, ini kesal Ahok kepada Kemendagri

“Di lapangan ditemukan adanya kebocoran sana sini. Kalau sudah digunakan begini lalu siapa yang bertanggung jawab? Kontraktor walau masih dalam masa pemeliharaan akan berkelit karena sudah ada yang menggunakan bangunan yang dikerjakan,” katanya.

Menurut Manafe, dengan dana Rp 7,3 Miliar untuk mengerjakan los pasar bukan dana yang kecil. Jangan sampai dana sebesar itu disalahgunakan dan dikerjakan asal jadi sehingga merugikan masyarakat.

(nyongky)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button