Home / Populer / Komisi II Khawatir Pekerjaan Pasar Belum Selesai tapi Sudah PHO

Komisi II Khawatir Pekerjaan Pasar Belum Selesai tapi Sudah PHO

Bagikan Halaman ini

Share Button
foto-kunjungan-gub-di-pasar-kasihIlustrasi kunjungan kerja Gubernur NTT Frans Lebu Raya di Pasar Kasih kala jelang Lebaran. (Foto: Google)

MORAL-POLITIK.COM– Menyikapi sejumlah kejanggalan pekerjaan di Pasar Kasih dan Kuanino dengan dana sebesar Rp 7 Miliar lebih yang sudah di-PHO tetapi pekerjaannya belum selesai, Komisi II DPRD berencana akan turun ke lokasi kedua pasar tersebut.

“Kita khawatir Pasar Kasih dan Kuanino yang sudah di-PHO tetapi pekerjaannya belum selesai. “Itu yang kita khawatirkan,” kata Sekretaris Komisi II DPRD Kota Kupang, Jabir Marola kepada moral-politik.com di Kota Kupang, Rabu (07/01/2014).

Ia mengatakan, kekhawatiran Komisi disebabkan dalam rapat dengan Disperindag beberapa waktu lalu telah disampakan bahwa sudah ada adendum atas keterlambatan penyelesaian pekerjaan. Dan, pelaksana juga sudah dikenakan denda keterlambatan. Sehingga, pengecekan ke lokasi pekerjaan harus dilakukan untuk mengecek fisik pekerjaan apakah benar sudah tuntas dikerjakan.

Komisi II, tambahnya, juga harus menelusuri pelaksanaan pekerjaan tersebut. Jika ternyata ada indikasi penyimpangan, maka Komisi II harus merekomendasikan kepada penegak hukum untuk melakukan pemeriksaan.
Sementara anggota Komisi II Mohammad Khadafi Gutban mengatakan, apa yang dilakukan Komisi tersebut sebagai bentuk kontrol atas pelaksanaan program dan kegiatan oleh pemerintah. Jangan sampai, apa yang dilakukan malah dilihat sebagai upaya menghambat pekerjaan dan upaya menekan pemerintah untuk mendapatkan sesuatu.

“Ini fungsi kontrol kita. Tidak ada niat untuk menaikkan posisi tawar. Yang kita inginkan adalah pekerjaan sesuai ketentuan dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan Disperindag agar tidak menempatkan pedagang baru di los pasar yang ada. Karena, sebelum direhab, sudah ada pedagang yang menempatinya. Sehingga, para pedagang tersebut harus kembali menempati los pasar yang diperbaiki tersebut. “Harusnya yang tempati adalah pedagang lama, jangan sampai orang baru sehingga rugikan pedagang yang lama. Ini harus turun agar cek di lapangan. Perindag harus lihat soal ini,” pungkas dia.

Baca Juga :  Polres Semarang "Siaga" Ketika Jokowi Mantu

(erny)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button